Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2009

HTI Ternyata Tolak Golput

Adanya rumor santer selama ini yang mengatakan bahwa para pemimpin Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menganjurkan massanya untuk tidak memilih dalam pemilu 2009 alias golput ternyata tidak benar. Rumor tersebut dibantah salah seorang petinggi DPP-HTI, M. Wahiduddin.

Kepada Suara Islam On line yang menemuinya seusai dialog antara pimpinan Komisi Peilihan Umum (KPU) dengan para tokoh Agama di Hotel Nikko, Jakarta (26/2), Wahid menegaskan HTI tidak pernah menganjurkan massanya untuk menjadi golput, tetapi justru menganjurkan untuk memilih dalam pemilu nanti.

“HTI tidak pernah menganjurkan golput. HTI membebaskan massa dan simpatisannya untuk memilih partai manapun sesuai dengan aspirasi politiknya. HTI tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk memilih partai tertentu alias netral dalam pemilu,” ujar Wahid.

Keberadaan organisasi Islam internasional yang dikenal anti demokrasi alias anti parlemen ini memang selalu dicurigai sebagai biang golput. Namun kehadiran Wahidudin sebagai wakil DPP-HTI dalam sosialisasi untuk mensukseskan pemilu itu kiranya menghilangkan kecurigaan tersebut. Ini nampak dari pernyataan Anggota KPU Endang Sulastri yang mengawali sosialisasi itu sebelum Ketua KPU yang antara lain menyebut bahwa salah satu alasan golput adalah demokrasi tidak sesuai dengan ajaran agama.

Sosialisasi Pemilu kepada para tokoh agama yang pertama kali dilakukan oleh KPU itu dipimpin langsung oleh Ketua KPU Abdul Hafizh Anshari dan dihadiri oleh para tokoh antara lain Aisyah Amini (MUI), Muhammad Al Khaththath Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ramlan Marjoned (DDII), Agusdin (KISDI), Abdus Somad Ngile (Al Irsyad), Fikri Bareno (Al Ittihadiyah), dan Masdar Mas’udi dari PBNU. Juga hadir tokoh-tokoh agama dari PGI, Matakin, dan lain-lain. (lim/mj/www.suara-islam.com)

Senin, 16 Februari 2009

Hamas: Pagi ini Diumumkan Gencatan Senjata

Sumber di Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa pagi ini Senin (15/2) kemungkinan akan diumumkan mulai berlakunya gencatan senjata antara Hamas bersama faksi-faksi Palestina di satu sisi, dan Israel di sisi lain.

Sumber-sumber di atas menyebutkan kepada Infopalestina bahwa kemungkinan yang akan diumumkan oleh Mesir pada malam ini (pagi dini hari) berlakunya gencatan senjata antara Hamas bersama faksi-faksi Palestina di satu sisi, dan Israel di sisi lain.

Seharusnya gencatan senjata tersebut sudah diumumkan pada Sabtu malam, namun Israel mundur. Maka gerakan Hamas melimpahkan tanggunjawab kepada Israel yang mundur dari kesepamahan gencatan senjata. Hamas menyerukan kepada Kairo untuk mengambil sikap tegas karena ia sebagai penjamin dan sponsor kesepakatan ini.

Osama Hamdan, delegasi Hamas di Libanon, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Al-Jazeera pada Sabtu malam (14/2) bahwa pihaknya sudah mendapatkan kesepakatan penuh antara Hamas dalam pembahasan dengan Mesir soal kesepahaman gencatan senjata. Ia menegaskan bawha selama mencari formulasi akhir kesepahaman terjadi pemunduran dan ralat sikap dari Israel, dimana tujuan mereka adalah memanfaatkan keuntungan bagi mereka di akhir-akhir pertemuan.

Mengenai jaminan kesepakatan, pemimpin Hamas ini menegaskan bahwa Mesir adalah penjaminnya dan maknanya sudah bisa dimengerti sejak lama.

Osama Hamdan merasa aneh dengan pernyatan juru bicara Departemen Luar Negeri Mesir Hossam Zaki, yang menampik bahwa Mesir yang akan menjadi penjamin dari perjanjian tersebut. Ia berkata bahaw pernyataan mengagetkan dan padahal masalah ini sudah didengat dan disampaikan satu bulan lalu.

Dia menyerukan agar sikap ini harus dijelaskan sebab bisa jadi pernyataan ini dapat memiliki dampak negatif pada dialog menuju kesepakatan gencatan senjata. (mj/ip/www.suara-islam.com)

Comments (0)Add Comment

Tur Pertama Menlu Clinton ke Asia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, bertekad mengedepankan isu penegakan hak asasi manusia (HAM) dalam tur pertama ke Asia, terutama saat bertemu dengan pemimpin China. Demikian ungkap Clinton di pesawat yang tengah menerbangkan dia dan rombongan ke Asia Timur dari Washington DC, Minggu 15 Februari 2009.

Menurut harian the Los Angeles Times, Clinton mengatakan bahwa dia tidak akan "menghindarkan diri" dari isu HAM. "Namun kita memiliki agenda yang luas," kata Clinton yang kini dalam penerbangan ke Tokyo, Jepang, sebagai tujuan pertama turnya ke Asia.


Clinton akan tiba di Jepang Senin sore waktu setempat dan berada di sana hingga Selasa. Istri mantan presiden Bill Clinton itu lalu menuju Jakarta (18-19 Februari), kemudian dua hari di Seoul (Korea Selatan) selama 19-20, dan bertolak ke Beijing (China), 20-22 Februari 2009.

Selama ini pemimpin China bersikeras tak mau berkompromi dengan AS untuk membahas isu HAM di Tiongkok. Namun, menurut kalangan pengamat, bila Washington mendesak China atas isu tersebut bisa jadi akan membuyarkan kerjasama di bidang-bidang lain yang tak kalah penting, seperti ekonomi dan keamanan. Apalagi AS kini membutuhkan bantuan dari banyak negara, seperti China, untuk bekerjasama mengatasi krisis keuangan global.

Oleh karena itulah Clinton mengungkapkan bahwa dia tidak akan menggunakan sikap yang bisa mengganggu kepentingan AS secara keseluruhan saat berupaya membicarakan isu HAM dengan China.

Selama di China, Clinton juga akan bertemu dengan kalangan perempuan serta pegiat organisasi masyarakat. Menurut asisten Clinton, isu HAM kemungkinan akan diangkat dalam pertemuan tertutup dengan mereka.

Kamis, 12 Februari 2009

PKS Lirik Sri Mulyani untuk SBY

Meski menjagokan Hidayat Nur Wahid, PKS rupanya tertarik dengan sosok Menkeu Sri Mulyani. PKS pun berharap Sri mau merapat ke PKS. Jika mau menjadi kader PKS, Sri akan disodorkan dalam Pilpres 2009 sebagai cawapres SBY. "Mungkin Sri Mulyani bisa menjadi kader PKS, sehingga bisa dicalonkan dari PKS untuk berduet dengan SBY," kata Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah usai diskusi "Koalisi setelah pemilu legislatif atau sebelum" di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (10/2).

Zul beralasan PKS dalam pilpres mendatang lebih cenderung merapat ke sosok SBY. Sebab saat ini kredibiltas SBY masih diunggulkan. Kalaupun SBY memilih sosok Sri Mulyani sebagai cawapres, PKS akan menerimanya.

"Memang Pak Hidayat masih merupakan kader terbaik PKS untuk dimajukan dalam pilpres. Dia masih tetap dijagokan untuk berduet dengan SBY. Tapi siapa tahu Sri Mulyani merapat ke PKS," kata mantan cagub Banten ini.

Zul menyatakan PKS tidak ada masalah jika SBY benar-benar melirik Sri Mulyani menjadi pendampingnya. SBY yang diusung Partai Demokrat bisa saja mengajukan cawapres yang tidak dari basis parpol. Tapi syaratnya, kalau perolehan suara PD nantinya lebih dari 50 persen.

"Tapi PKS berharap SBY memilih cawapresnya tetap dari basis parpol. Sri Mulyani memiliki platform ekonomi yang sama dengan PKS. Beliau itu senior saya di Fakultas Ekonomi UI. Platform ekonomi kita sama. Jadi bisa saja Sri Mulyani dicalonkan dari PKS," ujar Zul. (inilah/mj/www.suara-islam.com)

Rabu, 04 Februari 2009

Para Pembantai Bayi dan Perempuan di Gaza

Seorang hakim Spanyol menyatakan akan mengusut pengaduan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh perwira-perwira tinggi Israel saat menyerbu Gaza yang dikenal dengan “Operation Cast Lead”.

Namun pihak pemerintah Israel berusaha menutupi identitas para perwiranya dari jeratan hukum internasional sebagai penjahat perang.
Berikut ini foto para pembantai bocah dan perempuan Gaza itu:

Menurut sumber di pengadilan, hakim Fernando Andreu memutuskan untuk membentuk dua tim, satu di antaranya untuk memberitahu pemerintah Israel tentang penyelidikan itu sedangkan lainnya akan mencari kesaksian dari warga Palestina.

Satelit Buatan Iran Di Luncurkan

Iran kini tampil sebagai pemain baru dalam teknologi angkasa luar saat berhasil meluncurkan satelit domestik untuk pertama kali. Satelit diluncurkan Senin malam waktu setempat, 2 Februari 2009 (Selasa dini hari WIB), dari pusat peluncuran di lokasi yang tidak dijelaskan.

Stasiun televisi Iran, seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, Selasa 3 Februari 2009, menyebut keberhasilan peluncuran Satelit Omid (yang berarti 'harapan') tersebut sebagai pencapaian lain bagi ilmuwan-ilmuwan Iran yang sedang berada di bawah sanksi.

Pasalnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Eropa menganggap Iran sedang mengembangkan bom nuklir, sehingga mengisolasi Iran dari komunitas internasional.

Pemerintah mengatakan bahwa ambisi nuklirnya terbatas pada penyediaan energi, dan menekankan bahwa proyek satelit ini semata-mata untuk tujuan damai.

Satelit yang diluncurkan dari roket Safir-2 tersebut didesain sebagai sarana telekomunikasi dan untuk penelitian. Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, juga menekankan hal yang sama.

Pengiriman Omid diperkirakan sengaja dibarengkan dengan peringatan ke-30 revolusi Iran. Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan bahwa peluncuran satelit dimaksudkan untuk menyebarkan "monoteisme, perdamaian, dan keadilan" di dunia.

Namun, peluncuran itu menghidupkan alarm bagi negara-negara Barat akibat ketakutan mereka kalau-kalau Iran bisa memanfaatkan teknologi satelit untuk melakukan serangan misil berjangkauan luas, kemungkinan dengan hulu ledak bertenaga nuklir.

Agustus 2008 lalu, Iran mengatakan telah berhasil membuat roket yang bisa membawa satelit pertama yang dibangun Iran. Peluncuran roket menandai peresmian pusat angkasa luar yang baru dibangun di suatu tempat terpencil yang tidak disebutkan.

Pemerintah Amerika Serikat menyebut peluncuran roket pada tahun 2008 tersebut sebagai tindakan yang bisa membawa Iran semakin terisolasi dari komunitas global.

Jumat, 30 Januari 2009

Monumen Pelemparan Sepatu ke Bush Diresmikan

Insiden pelemparan sepatu kepada George W. Bush, 14 Desember 2008, sudah menjadi peristiwa yang bersejarah di Irak. Untuk mengenang aksi yang memalukan bagi presiden Amerika Serikat itu, didirikanlah sebuah monumen berbentu sebuah sepatu di kota Tikrit, 130 km sebelah utara Baghdad, Irak.

Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa sekitar 400 orang di Tikrit, Kamis 29 Januari 2009, hadir dalam peresmian monumen. Bentuk monumen yang terbuat dari perunggu setinggi 3 meter itu mirip dengan sepatu yang dilemparkan seorang wartawan Irak, Muntadar al-Zaidi, kepada Bush.

Pembuatnya adalah seorang seniman bernama Laith al-Amari. Dia menegaskan bahwa pembuatan monumen itu bukan untuk tujuan politis, melainkan ingin mengungkapkan bahwa sepatu yang dilempar ke Bush sudah menjadi "simbol kebanggaan semua orang Irak."

Patung sepatu besar itu berlandaskan sebuah batu ukiran yang bertuliskan sebuah puisi pujian kepada al-Zaidi. Pahlawan baru Irak itu ironisnya masih mendekam di penjara menunggu kasusnya disidangkan di pengadilan.

Sedangkan sepasang sepatu yang dilempar al-Zaidi tersebut konon sudah dihancurkan aparata keamanan Irak dan AS kalau-kalau menyimpan bahan peledak. (viva/mj/www.suara-islam.com)

Kontrak Kerja Blackwater di Irak Telah Berakhir

Departemen Dalam Negeri Irak menyatakan bahwa kontrak dengan jasa keamanan AS, Blackwater tidak akan diperpanjang. Juru Bicara Depdagri Irak, Abdul Karim Khalaf hari ini (Kamis, 29/01) mengkonfirmasikan bahwa kontrak kerja dengan Blackwater telah berakhir dan tidak akan ada perpanjangan.

Blackwater merupakan perusahaan swasta terbesar yang memberikan jasa keamanan bagi diplomat AS yang bertugas di Baghdad. Blackwater dilibatkan di Irak dengan alasan untuk menciptakan keamanan, kelompok ini juga terlibat dalam sejumlah kasus seperti penyelundupan senjata dan pembantaian warga sipil Irak. Pada Desember 2007 lalu, 17 warga Baghdad tewas akibat diterjang peluru yang dilepaskan oleh anggota Blackwater.

Menurut pemerintah Irak, saat ini ada lebih dari 180 perusahaan jasa keamanan swasta dari AS dan negara-negara Eropa yang beroperasi di Irak, dengan jumlah personel sekitar 25. 000 sampai 48. 000. (irib/mj/www.suara-islam.com)

Aliran Sesat Satria "Cabul" Piningit

Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat atau Bakor Pakem akan mengadakan rapat untuk membahas aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono. Rapat yang membahas khusus aliran sesat mesum itu akan digelar di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Rapat gabungan itu akan digelar bersama Kepolisian, Komando Daerah Militer, dan Departemen Agama di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Raya Velbak, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Januari 2009, sekitar pukul 09.00 WIB.

"Besok (hari ini) kita akan membahasnya (kasus aliran Satria Piningit) di Kejari Jakarta Selatan," ujar Kepala Polres Jakarta Selatan Kombes Chairil Anwar di Markas Polres Jakarta Selatan, kemarin.

Rapat bersama itu akan membahas apakah aliran Satria Piningit merupakan aliran yang menistakan agama lain. Sebab, kasus yang melibatkan pemimpin aliran itu, Agus Imam Sholihin, terdapat dua kasus yaitu pencabulan dan penistaan agama.

Oleh sebab itu, Chairil menyatakan perlu hati-hati dalam penanganan kasus itu. Pemimpin ajaran yang diduga sesat itu menyerahkan diri sejak pukul 05.00 WIB kemarin, untuk mengklarifikasi berbagai pemberitaan terkait ajarannya.

Agus yang merupakan pemimpin aliran Satria Piningit kemarin siang diperiksa Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Selain usaha Agus untuk mengklarifikasi, pemeriksaan sejak kemarin siang juga terkait adanya kasus pencabulan yang dilakukannya kepada salah seorang pengikutnya. "Kita sedang memeriksanya (Agus) karena adanya laporan dari Kusti Ningsih (saksi)," kata dia. [af/viva/www.suara-islam.com]

PM Turki Erdogan Walk Out Setelah Bertengkar dengan Shimon Peres

Turki masih memperlakukan binatang sebagai lawan dialog! Inilah akibatnya.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan keluar dari Forum Ekonomi Dunia di Davos setelah bertengkar dengan presiden Israel, Simon Perez. Erdogan bentrok dengan Shimon Peres dalam diskusi tentang pertempuran di Jalur Gaza, dengan mengatakan: “Anda membunuh rakyat.”

Peres mengatakan Erdogan akan melakukan hal yang sama bila roket menerjang Istanbul.

Erdogan menuduh moderator tidak mengijinkannya berbicara dan mengatakan ia tidak akan kembali ke Davos dan langsung meninggalkan ruangan menuju Istanbul.

Pernyataannya dipotong saat ia berupaya menanggapi pembelaan Peres atas aksi yang dilakukan oleh Israel.

Sebelum meninggalkan ruangan, Erdogan sempat menuding Peres sebagai pembunuh. “Kamu membunuh banyak orang,” kata Erdogan, seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera, Kamis 29 Januari 2009.

Diskusi panel tersebut berlangsung panas. Peres memberikan argumen atas serangan yang mereka lakukan terhadap Palestina. Peres mengatakan kalau Erdogan akan melakukan tindakan yang sama bila roket-roket negara lain berjatuhan di Istanbul.

Suasana semakin panas saat moderator, David Ignatius - seorang kolumnis harian Washington Post - hanya memberikan waktu satu menit kepada Erdogan untuk merespon monolog panjang Peres.

Waktu yang singkat itu dimanfaatkan Erdogan untuk menyatakan kekecewaannya atas sikap orang-orang yang masih memberikan pujian atas penjelasan Peres. Sebab, menurut Erdogan, penyerangan di Jalur Gaza adalah perbuatan yang salah dan tidak manusiawi.

Ignatius dua kali mencoba mengakhiri debat karena acara makan malam akan segera dimulai. Namun tindakan si moderator membangkitkan emosi Erdogan. "Terima kasih banyak, terima kasih banyak, terima kasih banyak. Saya tidak akan kembali ke Davos setelah ini,” kata Erdogan sambil meninggalkan podium.

Turki adalah salah satu dari segelintir negara Muslim yang memiliki hubungan dengan Israel, namun hubungan kedua belah pihak tegang sejak partai AK yang berakar Islamis memegang kekuasaan tahun 2002. (vn/mj/ml/www.suara-islam.com)

Rabu, 21 Januari 2009

Jalan Baru Hubungan AS Dan Negara Muslim

Usai dilantik secara resmi sebagai presiden Amerika Serikat ke-44, Barrack Obama menyampaikan pidatonya dan menyampaikan beberapa hal yang akan dilakukannya di masa pemerintahannya. Reporter VOA Erma Sinulingga mencatat ada beberapa hal penting dan menjadi inti dari pidato yang disampaikan Obama. Dimana Obama berharap bangsa Amerika akan tetap bersemangat untuk menghadapi krisis yang tengah melanda bangsanya.

Krisis di Amerika akibat ketamakan segelintir orang dan terjadi akibat perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Tantangan perubahan dalam menghadapi krisis tersebut merupakan tantangan besar dan harus dihadapi secara serius. Bagi Obama tidaklah mudah menghadapi krisis tersebut dalam waktu singkat, namun Obama yakin dan percaya krisis tersebut akan mampu dihadapi bangsa Amerika.

Obama mengajak bangsa Amerika untuk meninggalkan sifat kekanak-kanakkan dan meningkatkan semangat juang bangsa. Sementara mengenai persoalan Irak dan Afghanistan, Obama mengatakan bahwa Amerika akan bertanggungjawab menyerahkan Irak kepada bangsanya. Dan akan menempa perdamaian yang sudah susah payah dicapai di Afghanistan.

Kepada dunia muslim, Obama menegaskan bahwa Amerika akan mengupayakan jalan baru berdasarkan kepentingan dan saling hormat menghormati. [af/els/www.suara-islam.com]

Senin, 19 Januari 2009

Ismael Haniyah Deklarasikan Kemenangan Rakyat Palestina

Ismael Haniyah, PM Palestina mendeklarasikan kemenangan rakyat Palestina dalam perang melawan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari. Ia menyebut ini pertolongan Allah.

Dalam pidatonya di TV kemarin sore Ahad (18/1) ia menegaskan pasukan Israel harus meninggalkan Jalur Gaza secara penuh tanpa syarat apapun, membuka perlintasan, membebaskan Jalur Gaza dari blokade, tidak boleh ada lagi blokade setelah darah warga Jalur Gaza tumpah oleh kejahatan Israel. Ia menegaskan bahwa Palestina harus bekerja kembali menyempurnakan langkah-langkah yang sudah dimulai. Ia mengisyaratkan bahwa gencatan yang diumumkan oleh Palestina juga sebagai upaya memulai penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, pembebasan blokade dan pembukaan perlintasan.

Haniya yang menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan rakyat, dunia internasional dan kemanusiaan menyatakan bahwa rakyat Palestina saat ini berada dalam episode sejarah dan kemenangan historis. Kemenangan ini dinilai sebagai pintu luas menuju kemenangan pasti yang paling besar. Yakni kemenangan yang berdasarkan kepada komitmen memperjuangkan hak-hak, prinsip-prinsipnya, membebaskan tanah Palestina, mendirikan negaranya yang merdeka dengan kedaulatan penuh dengan ibukota Al-Quds, membebasakan semua tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, kembalinya pengungsi ke kampung halaman mereka.

Ia menambahkan bahwa kemenangan ini akan dijadikan sebagai titik tolak mengembalikan kesatuan nasional Palestina dan dialog internal. Agar, kepentingan nasional bisa terwujud. Ia menyerukan agar segera mengkondisikan diri untuk menyukseskan dialog.

Pemerintah Haniyah juga akan terus mengawasi kondisi perlintasan, memberikan bantuan rakyat yang mengalami genosida dahyat dari Israel. Apa yang diinginkan oleh Israel berupa kerusuhan keamanan di Jalur Gaza tidak terjadi.

Ismael Haniya menegaskan pentingnya pengiriman Tim Investigasi internasional untuk melakukan penyelidikan kejahatan Israel terhadap warga Jalur Gaza. Ia meminta agar elit Israel diseret ke Mahkamah Internasional.

Haniya mengatakan bahwa pemerintah Palestina berharapan para syuhada Palestina diberikan tempat yang mulia disisi-Nya, mengambil pelajaran berharga dan memberikan penghormatan kepada Dr. Nazzar Rayyan, dan komandan Mendagri Palestina Syekh Said Shayyam. Semoga mereka semua diberi rakyat, keridelaan, dan kesembuhan segera kepada korban-korban luka.

Haniya menegaskan pihaknya akan segera memberikan bantuan kepada semua keluarga yang ditimpa musibah, rumah dan aset yang dihancurkan Israel, akan diberikan tempat tinggal alternatif secepatnya. Serta akan merehabilisasi kerusakan yang ditimbulkan oleh kejahatan Israel. ia meminta kepada bansga Arab dan Islam serta dunia internasional bertanggungjawab atas semua yang menimpa rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Haniya menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua upaya, dukungan dana dan dukungan lain kepada rakyat Palestina di seluruh dunia. Karena dukungan itu telah memberikan kekuatan dan ketegaran dalam berjuang melawan Israel. (mj/ifp/www.suara-islam.com)

Minggu, 18 Januari 2009

Utusan Israel Disemprot Presiden Majelis Umum PBB Asal Nikaragua

Israel diserang berbagai pihak dalam sidang darurat PBB Kamis waktu AS (Jumat pagi WIB) karena melecehkan hukum internasional menyusul serangan militer mautnya di Jalur Gaza, termasuk dengan menyerang rumah sakit, media massa dan gedung-gedung PBB. “Gaza berkobar-kobar terbakar. Kawasan itu telah telah berubah menjadi neraka yang terbakar,” kata Presiden Majelis Umum PBB ke -192, Miguel d’Escoto Brockmann dari Nikaragua.

“Pelanggaran hukum internasional yang melekat dalam serangan Gaza tercatat sangat baik: hukuman kolektif; penggunaan (kekuatan) militer yang sangat berlebihan; serangan terhadap warga sipil termasuk rumah-rumah, masjid-masjid, universitas-universitas, sekolah-sekolah,” papar Miguel.

Sidang darurat Majelis Umum PBB yang dimintakan 118 anggota PBB yang tergabung dalam gerakan Non Blok, dilangsungkan setelah upaya Israel menghadang penyelenggaraan sidang dengan alasan soal prosedur gagal diterima forum.

Sejak Israel melancarkan Operation Cast Lead pada 27 Desember 2008 untuk menghentikan serangan roket Hamas, lebih dari 1.100 orang Palestina termasuk 355 anak-anak, terbunuh dan setidaknya 5.000 orang terluka, demikian keterangan para petugas kesehatan di Gaza.

Deputi Sekretaris Jenderal PBB Asha-Rose Migiro menyatakan saat ini Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon tengah mengunjungi Israel untuk menyampaikan “protes keras dan kemarahannya” untuk kemudian menuntut penjelasan (pemerintah Israel) setelah Israel menembak hingga meluluhlantakan kantor PBB di Gaza dan menembaki gudang-gudang tempat penyimpanan bantuan yang sangat dibutuhkan (warga dan aktivis bantuan).

Serangan-serangan Israel telah membakar sisi sebuah rumah sakit dan melukai dua kameraman dalam sebuah gedung yang menjadi tempat media massa internasional dan Arab (berbasis meliput Gaza).

Para duta besar negara-negara di PBB menunjukkan kecemasan sangat mendalam terhadap serangan-serangan terakhir Israel ke Gaza.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan pasukannya membom kantor PBB untuk membalas tembakan yang datang dari arah gedung (dimana PBB berada), sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh UNRWA, sebuah badan PBB.

Dari satu pembicara ke pembicara dalam sidang darurat MU PBB ini kritik silih berganti, kritik ini ditujukan kepada Israel atas serangan terakhir Israel ke Gaza.

Mewakili Uni Eropa, Duta Besar Ceko untuk PBB Martin Palous menyatakan blok Eropa beranggotakan 27 negara “memprotes keras dan mengungkapkan kemarahannya atas berondongan tembakan Israel ke kantor PBB di Jalur Gaza dan menegaskan bahwa fakta itu telah diklarifikasi (benar).”

Miguel D’Escoto menyayangkan fakta bahwa ofensif Israel yang dilancarkan untuk menghentikan serangan militan Palestina yang kini memasuki hari ke-20, terus berlanjut padahal sudah ada seruan gencatan senjata minggu lalu dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB.

Seruan yang tercantum dalam Resolusi 1860 itu sejauh ini sengaja diabaikan baik oleh Israel maupun Hamas yang menguasai Gaza.

“Bagi saya ini ironis bahwa Israel, sebuah negara (yang mempunyai keistimewaan) lebih dari negara-negara manapun (karena) mengantungi sebuah resolusi Majelis Umum yang mengesahkan keberadaannya, malah menghinakan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa,” tandas D’Escoto.

“Pernyataan terakhir Perdana Menteri Olmert dengan mengingkari kewenangan Resolusi 1860 jelas menempatkan Israel sebagai sebuah negara yang melawan hukum internasional dan Perserikatan Bangsa Bangsa,” tambahnya.

Untuk memenuhi permintaan sejumlah negara anggota Majelis Umum, Miguel D’Escoto membagikan sebuah rancangan resolusi tak berjilid yang menuntut adanya penghormatan penuh terhadap Resolusi 1860 dan menyerukan Dewan Keamanan menjamin “pelaksanaan Resolusi secara penuh dan sesegera mungkin.”

Dubes Israel untuk PBB Gabriela Shalev mengatakan Majelis Umum mengadakan sidang dengan melanggar ketentuannya sendiri, dengan menyatakan berdasarkan Piagam PBB, Majelis tidak boleh melibatkan diri dalam satu isu yang sedang dibahas oleh Dewan Keamanan yang sesungguhnya lebih berkuasa.

Dia meninggalkan ruang sidang dengan menyebutnya sebagai sebuah upaya yang sinis, penuh kebencian dan telah dipolitisasi untuk mendelegitimasi hak fundamental Israel dalam melindungi warga negaranya.

Namun, Dubes Iran Mohammad Khazaee menyerang Israel dengan mengatakan aksi Israel di Gaza itu adalah genosida dan kejahatan melawan kemanusiaan seraya menyebut negara Yahudi itu tidak layak menjadi anggota PBB.

Sementara Dubes Malaysia Hamidon Ali mengusulkan resolusi yang diajukan Majelis harus berisi seruan gencatan senjata, penarikan mundur secepatnya tentara Israel dari Gaza, penghentian blokade Israel ke kantong Palestina itu dan mengizinkan bantuan kemanusiaan sampai ke para korban konflik.

“Resolusi ini juga mesti menyeru pembentukan sebuah pengadilan (kejahatan perang) untuk menuntut siapapun yang bertanggungjawab dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Akhirnya segala sanksi harus diterapkan tanpa kecuali,” tegas Dubes Malaysia ini.

Sidang darurat Majelis Umum ini akan dilanjutkan Jumat (Sabtu WIB).

Israel mengajukan syarat pengakhiran perangnya melawan Hamas di Gaza jika ada jaminan internasional bahwa para pejuang Palestina tidak lagi mempersenjatai diri dengan menyelundupkan senjata dari Mesir dan menghentikan serangan roketnya dari kantong Palestina. [mj/af/labib/www.suara-islam.com]

Surat Khamenei kepada Ismail Haniah Yang Bertahan di Gaza

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Al-Uzma Sayyid Ali Khamenei kemarin (Jumat 16/1) mengirimkan surat terbuka kepada Perdana Palestina yang terpilih secara demokratik, Ismail Haniyah.

Dalam surat terbuka itu, Khamenei mengatakan, “Iman dan perjuangan bangsa Palestina dalam menghadapi aksi paling brutal dalam sejarah telah menyingkap kebejatan AS sebagai pelindung utama Rezim Zionis Israel dan penghianatan serta kelompok munafikin di tubuh umat Islam.

“Kesabaran bangsa Palestina selama 20 hari menghadapi kebrutalan Israel telah mengibarkan keagungan terhadap umat Islam di dunia,” tambahnya.

Pada bagian lain surat itu, Khamanei mengatakan, “Saat ini bukan hanya umat Islam yang mengakui kebenaran kalian, bahkan mayoritas bangsa Eropa dan AS juga menyatakan hal serupa. Saat inipun kalian telah menang dan dengan kesabaran kalian dalam berjuang telah membuat musuh kian hina.

Beliau melanjutkan, peristiwa tragis dan berdarah yang menimpa bangsa Palestina khususnya anak-anak membuat hati kita semua sangat perih. Hal ini membuat kita, umat Islam di dunia senantiasa dalam kondisi duka.

Khamenei juga mengingatkan para pengkhianat di dunia Arab. “Bangsa-bangsa dunia senantiasa bersama rakyat dan pejuang Palestina dan pemerintah yang tidak bersedia mendukung perjuangan Palestina akan semakin jauh dengan rakyatnya. Negara seperti ini nasibnya sudah sangat jelas, “ katanya

Terakhir Ayatullah Khamenei memberikan penghargaan kepada Haniah dan seluruh rakyat Palestina, “kami mengucapkan salam kepada kalian pejuang dan rakyat Palestina dan semoga Allah swt memberikan kalian kesabaran dan kemenangan” (mj/ir/www.suara-islam.com)

Minggu, 11 Januari 2009

KISPA: Penduduk Gaza Butuh Obat, Susu Bayi dan Selimut

Jakarta - Krisis di Palestina masih berlanjut, rasa iba pun terus berdatangan. Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) berencana untuk mengirim bantuan langsung ke Jalur Gaza.

Sekjen KISPA, Ferry Nur mengatakan hingga saat ini pihaknya telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1 milyar. Dana tersebut rencananya akan diprioritaskan untuk membeli obat-obatan yang saat ini masih kurang serta makanan dan susu untuk bayi.
"Apabila dananya masih lebih maka akan dibelikan selimut, karena saat ini di Gaza tengah memasuki musim dingin. Suhu hampir mencapai nol derajat celsius," terang Ferry Nur ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (11/01/2009) malam.
Ferry Nur menerangkan tim yang akan berangkat ke Gaza pada 14 Januari mendatang, nantinya berjumlah 5 orang, 3 orang dari KISPA dan 2 orang dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Di antara yang akan berangkat salah satunya adalah dokter ahli kejiwaan.
"Dokter Fuadi Yatim, ahli kejiwaan. Karena tidak menutup kemungkinan banyak anak-anak dan ibu-ibu yang stres menghadapi situasi ini," terang Ferry Nur.
Ferry Nur menambahkan mereka dalam pengiriman bantuan ini akan melalui Mesir kemudian ke Rafah hingga tiba di Gaza. Namun apabila mereka dihadang oleh Israel maka bantuan akan disalurkan melalui institusi persatuan dokter arab.
"Selain itu kita akan berikan langsung kepada pengungsi Palestina yang ada di Mesir, karena mereka juga menjadi target untuk dibantu," tandas Ferry Nur. (sf/dari berbagai sumber)

Rangkaian Aksi Militer Israel di Jalur Gaza

Gaza - Krisis di Gaza sampai detik ini masih terus berlanjut. Bagaimana kronologis peristiwa yang telah berlangsung lebih dari dua pekan ini. Berikut waktu-waktu kejadian yang dikutip dari reuters.
14 Desember 2008- Pemimpin Hamas, Khalid Meshaal menyatakan kelompoknya tidak akan memperbarui gencatan senjata dengan Israel.

18 Desember 2008- Hamas menyatakan mengakhiri gencatan senjata dengan Israel, yang masa berlakunya habis keesokan harinya.

24 Desember 2008- Kelompok bersenjata Palestina meluncurkan roket ke Israel.

27 Desember 2008- Israel meluncurkan serangan udara di Gaza menewaskan sedikitnya 229 warga Palestina.

28 Desember 2008- Israel melalui serangan udara menghantam Universitas Islam dan terowongan yang selama ini menjadi target di wilayah Gaza.

29 Desember 2008- Israel membom kantor kementerian Hamas dan menyatakan daerah-daerah di sekitar Jalur Gaza masuk zona militer tertutup.

31 Desember 2008- Keadaan Darurat, Dewan Keamanan PBB diminta oleh perwakilan dari Arab untuk memerintahkan gencatan senjata tanpa harus menunda untuk dilakukan voting.

1 Januari 2009 - Israel membunuh pemimpin Hamas, Nizar Rayyan, melalui serangan udara yang ditujukan ke rumahnya di Jalur Gaza.

3 Januari 2009- Israel melancarkan serangan darat dengan mengirimkan tank serta pasukan infanteri untuk menghadapi pasukan Hamas di wilayah Jalur Gaza.

4 Januari 2009- Israel memotong setengah dari pagar pembatas di perbatasan ke Laut Mediterania. Pasukan dan mobil baja memasuki kota Gaza. Israel menolak kemungkinan gencatan senjata yang ada pada tahap ini.

5 Januari 2009- Presiden Prancis Nicolas Sarkozy melaksanakan misi perdamaian, dengan meminta Presiden AS George W. Bush untuk mendukung gencatan senjata.

6 Januari 2009- Israel membunuh 42 warga Palestina di Sekolah PBB Jabalya yang merupakan tempat pengungsi warga sipil. Selain itu Mesir, Perancis, dan didukung oleh negara Eropa lainnya, mengusulkan gencatan senjata segera.

7 Januari 2009- Kekerasan kembali terjadi di Gaza setelah tiga jam sempat dilakukan gencatan senjata.

8 Januari 2009- Roket dari Libanon utara menyerang Israel, melukai dua orang. Sepuluh roket juga ditembak dari Gaza selatan ke Israel namun tidak menyebabkan cedera.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk segera dilakukan gencatan senjata di Gaza, tetapi Amerika memutuskan untuk abstain. Tim bantuan kemanusian PBB harus menghentikan pemberian bantuan karena tentara Israel membunuh seorang sopir tim tersebut dalam sebuah konvoi.

9 Januari 2009- Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menolak resolusi PBB dan menyatakan tentara Israel akan terus melakukan serangan.

10 Januari 2009- pemimpin Hamas Khalid Meshaal mengatakan tidak akan mempertimbangkan gencatan senjata hingga serangan Israel berakhir. Pesawat Israel menjatuhkan selebaran kepada penduduk di Gaza Selatan yang isinya adalah langkah-langkah peningkatan serangan terus dilakukan.

11 Januari 2009- Pasukan Israel menyerang wilayah yang paling padat penduduknya di daerah Gaza, dan sedikitnya 27 warga Palestina terbunuh. Serangan ini mendapatkan respon dengan enam roket diluncurkan ke Israel.

Hingga 11 Januari 2009 total warga Palestina yang tewas setidaknya mencapai 869 orang dan mayoritas adalah warga sipil. Sedangkan dari pihak Israel yang tewas berjumlah 13 orang, 10 di antaranya adalah tentara. (sf/dari berbagai sumber)

Senin, 29 Desember 2008

Rakyat Dibawah Pemerintahan SBY Semakin Sengsara

Rakyat sekarang lebih sengsara daripada sebelumnya, sehingga tidaklah mengherankan jika Indeks Kesengsaraan (IK) angkanya terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Indeks Kesengsaraan diukur dari tingkat pengangguran dan inflasi. Jika pengangguran semakin banyak dan inflasi semakin tinggi, maka semakin tinggi indeksnya. Sebagai misal tahun 2004 lalu IK hanya 16,5 tetapi tahun 2008 ini telah mencapai 20,3. Hal itu menunjukkan rakyat dibawah pemerintahan SBY semakin sengsara.

“Iklan Partai Demokrat menyebutkan seolah-olah untuk pertama kalinya sejak 1984 Indonesia swasembada beras, padahal itu membohongi rakyat. Sampai saat ini Indonesia tetap menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia, dimana hanya mampu memproduksi 2,5 juta ton beras pertahunnya sementara kebutuhan nasional mencapai 33 juta ton per tahun. Sedangkan saat ini 80 persen gudang Bulog kosong melompong,” ungkap Iman Sugema usai acara diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) ke 43 yang diadakan di Gedung Intiland, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (24/12) lalu.

Pengamat ekonomi dari IPB ini menjelaskan bahwa untuk menghadapi krisis keuangan global yang menghantam sektor properti, finansial dan komoditi, pemerintah tidak memiliki kebijakan ekonomi yang pro rakyat kecil. Para menteri perekonomian justru hanya menjiplak kebijakan ekonomi negara barat seperti menaikkan likuiditas, bailout (dana talangan) dan menaikkan gaji pegawai sehingga hancur leburnya sektor riil yang langsung berimbas kepada rakyat kecil, sampai saat ini belum terlihat adanya langkah perbaikan.

Selain itu berbagai kebijakan pemerintah menunjukkan anti rakyat dan pro asing. Seperti kasus LPG dimana Indonesia mengekspor dengan harga murah, tetapi sebaliknya mengimpor dengan harga mahal. Hal itu terjadi selama Menteri ESDM dijabat Purnomo Yusgiantoro, bahkan Pertamina selalu kalah dengan perusahaan asing dalam tender ladang migas. [lim/af/www.suara-islam.com]

Minggu, 21 Desember 2008

AS Larang Muslimah Berjilbab Hadiri Sidang Pengadilan

Seorang Muslimah dijebloskan ke penjara menyusul terjadinya kegaduhan ketika ia dicegah masuk ke ruang peradilan karena memakai jilbab pada Selasa (16/12) di Geogia, Amerika Serikat. Menanggapi hal tersebut Dewan Hubungan Amerika-Islam yang bermarkas di Washington (CAIR) mendesak Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki sejumlah insiden yang menimpa wanita Muslimah di Georgia, tempat mereka dilarang masuk ke ruang pengadilan hanya karena memakai jilbab.

Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper, Kamis (18/12) mengatakan, "Kami mendesak Departemen Kehakiman untuk menyelidiki insiden itu untuk mengetahui apakah hak-hak sipil atau hak-hak beragama para wanita tersebut telah dilanggar oleh pihak berwenang."

CAIR mendesak Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki insiden tersebut, termasuk sejumlah insiden yang menimpa wanita Muslimah di Georgia. Para anggota masyarakat Muslim setempat kepada CAIR mengatakan sebelumnya terjadi paling tidak dua insiden serupa yang menimpa para Muslimah.

"Para hakim memiliki hak untuk menentukan standard pakaian dan tingkah-laku di ruang sidang peradilan mereka, namun standard itu sepatutnya tidak melanggar hak konstitusional dalam sistem hukum negara kita," ujar Hooper.

Tahun lalu, para wakil CAIR melakukan pertemuan dengan para pejabat kota dan peradilan di Valdosta, Gerogia, untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan mengenai pemakaian jilbab di ruang sidang peradilan. Pertemuan itu dilakukan menyusul insiden yang terjadi pada Juni 2007, ketika seorang Muslimah dilarang masuk ke ruang pengadilan di Valdosta karena memakai jilbab.

CAIR, dalam suratnya yang dikirimkan kepada jaksa penuntut umum Georgia mengatakan tindakan hakim tersebut telah melanggar Undang-undang Hak Sipil Georgia, yang diberlakukan pada 1964, dan juga melanggar undang-undang kebebasan beragama dan perlindungan hukum. [fahmi/Rasyid dari berbagai sumber/www.suara-islam.com]

Jumat, 19 Desember 2008

Habieb Rizieq Shihab : FPI Jadi Partai ?

Tidak ! FPI tidak boleh jadi Partai, dan Insya Allah tidak akan pernah jadi Partai. Itu adalah amanat para Pendiri FPI saat dideklarasikan pada 24 Rabi’ Ats-Tsani 1419 H / 17 Agustus 1998. Namun, sesuai AD/ART organisasi, tidak menutup kemungkinan FPI mendirikan Partai sebagai saluran aspirasi umat Islam yang ingin menegakkan Syariat Islam secara Kaaffah. Itulah yang direkomendasikan Munas II FPI yang berlangsung pada 9-11 Desember 2008 yang baru lalu.

Rekomendasi Munas II FPI tentang kajian pendirian Partai semula menjadi pro-kontra dalam internal organisasi, namun setelah menjadi Ketetapan Munas, maka suka tidak suka semua aktivis FPI mesti tunduk kepada Hasil Munas. Rekomendasi tersebut ditanggapi beragam oleh kalangan politisi nasional, ada yang menyambut positif, tapi tidak sedikit yang "sinis".

Selama sepuluh tahun ini, sikap politik FPI jelas, yaitu mendukung sepenuhnya semua Partai Islam, dan dalam setiap Pemilu hanya menyalurkan suara ke Partai Islam. Lalu, kenapa kini FPI ingin mendirikan Partai sendiri ? Saya melihat, fenomena pendirian Partai bagi FPI, merupakan akumulatif kekecewaan kawan-kawan FPI di berbagai daerah terhadap kinerja Partai-Partai Islam selama ini.

Dua Ramadhan lalu, saya pernah membahas kekecewaan tersebut bersama beberapa petinggi sejumlah Partai Islam saat sahur bersama di sebuah Pondok Pesantren di Jakarta. Hasil diskusi cukup bagus, namun sayang implementasinya tidak jelas.

Inti kekecewaan sebenarnya terletak pada jurang perbedaan pemahaman pola pikir antara Partai dan Umat di bawah (Awam). Partai lebih fokus kepada "hukum" (ijtihad politik), sedang Awam terpaku pada "etika". Apa beda hukum dan etika ? Sebagai ilustrasi, jika seorang Ulama dengan atribut keulamaannya bermusafir di bulan Ramadhan, lalu makan siang di sebuah restoran, maka secara "hukum" dia tidak salah karena musafir boleh tidak berpuasa, namun secara "etika" sulit diterima oleh Awam karena Ulama adalah panutan.

Gambaran seperti itulah yang terjadi di tengah gerakan Partai-Partai Islam yang disaksikan Awam selama ini. Tatkala berbagai Ormas Islam dan sejumlah Partai Islam sedang mati-matian memperjuangkan pengembalian Piagam Jakarta di DPR/MPR RI, justru ada Partai Islam lain yang menggebu-gebu mementahkannya dengan dalih memperjuangkan Piagam Madinah, dan seorang Petinggi Partai Islam lainnya memberi pernyataan bahwa Piagam Jakarta adalah masa lalu, dan yang lainnya lagi menyatakan amandemen UUD 1945 sudah final. Secara ijtihad politik sah-sah saja, namun secara etika membingungkan Awam.

Tatkala sejumlah Partai Islam telah sepakat membangun Fraksi Islam di DPR/MPR RI sebagai wujud persaudaraan dan persatuan, tiba-tiba ada Partai Islam yang lebih suka berkoalisi dengan Partai lain dengan dalih reformasi. Secara ijtihad politik bisa dijelaskan, namun secara etika mengagetkan Awam.

Sejumlah Partai Islam saat kampanye berteriak mengharamkan Presiden Wanita, tapi ketika mereka harus menggulingkan Presiden Pria dengan konsekwensi Presiden Wanita yang naik, mereka kerjakan juga dengan dalih "darurat". Padahal mereka punya alternatif untuk memperjuangkan Pemilu Ulang, tapi kenyataannya tidak ada formulasi perjuangan politik ke arah sana, bahkan mereka ikut bagi-bagi kue kekuasaan bersama Presiden Wanita yang semula mereka haramkan. Secara ijtihad politik bisa dipahami, namun secara etika sulit diterima Awam.

Sejumlah Partai Islam saat kampanye berkomitmen hanya akan mengajukan caleg muslim, namun kenyataannya mereka mengajukan caleg-caleg non muslim di sejumlah daerah dengan dalih terpaksa karena daerah mayoritas non muslim, padahal di daerah tersebut masih ada orang Islam yang bisa dicalonkan. Secara ijtihad politik bisa didiskusikan, namun secara etika menghilangkan kepercayaan Awam.

Ada politisi wanita senior dari Partai Islam tidak pernah mengenakan busana muslimah sebagaimana mestinya, dia hanya mencukupkan diri dengan kebaya dan kerudung ala kadarnya, dalihnya Islam tidak boleh dipaksakan dan perlu tahapan dalam penerapannya, yang penting sopan. Secara ijtihad politik mungkin masih ada ruang debat, namun secara etika tidak mudah dimengerti oleh Awam.

Ada petinggi Partai Islam yang istrinya tidak berjilbab dan dipamerkan di depan Awam secara terbuka, alasannya masih dalam proses da'wah. Secara ijtihad politik bisa dimengerti selama da'wah terhadap sang istri tetap berjalan, namun secara etika membingungkan Awam.

Saat berbagai Ormas Islam dan sebagian Partai Islam memperjuangkan Pembubaran Ahmadiyah, terlihat jelas sebagian Partai Islam lainnya tidak punya semangat untuk itu, kecuali sekedar andil buat pernyataan di media, atau menyurati Presiden secara sembunyi-sembunyi, tanpa langkah konkrit yang menggigit. Bahkan ada Partai Islam yang tidak ambil bagian dalam Aksi Sejuta Umat untuk Pembubaran Ahmadiyah, kecuali sekedar pasang Bendera dan Spanduk serta membagi-bagi Selebaran. Secara ijtihad politik bisa dipahami sebagai sebuah strategi, namun secara etika menyakitkan Awam.

Saat berbagai Ormas Islam yang Anti Ahmadiyah dan Pro RUU APP berhadap-hadapan secara terbuka dengan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama (AKKBB) yang Pro Ahmadiyah dan Anti RUU APP, justru ada Partai Islam yang memberi penghargaan kepada sejumlah Tokoh AKKBB.

Saat ada kepentingan Partai yang dirugikan atau ada agenda Partai yang harus diusung, ada Partai Islam mampu melakukan aksi unjuk rasa dengan ratusan ribu manusia, namun tatkala ada kepentingan Umat atau ada agenda penting Umat yang mesti diusung, mereka enggan menurunkan seorang pun dari massa mereka. Secara ijtihad politik bisa dimaklumi karena adanya rambu-rambu politik, namun secara etika sangat mengecewakan Awam.

Saat berbagai Ormas Islam ingin menyalurkan aspirasi melalui DPR RI, terkadang sulit menemui para sahabatnya dari kalangan Partai Islam, bahkan ada yang enggan menerima karena menganggap bukan dari ”kelompok”nya. Padahal, Ormas-Ormas Islam inilah pensuplay suara terbesar bagi Partai-Partai Islam tersebut saat Pemilu. Inilah yang paling tidak dimengerti oleh Awam.

Aneka Fakta di atas, kiranya cukup membuat Awam menilai bahwa Partai Islam sama dengan Partai sekuler lainnya, bahkan ada yang menilai bahwa Partai Islam hanya jualan Islam, sehingga Awam tidak merasa ada beban saat meninggalkan Partai Islam. Ketidakmengertian Awam terhadap strategi dan trik politik Partai Islam membuat mereka kebingungan, sehingga tidak heran jika terjadi peningkatan apatisme politik di kalangan Awam terhadap Partai Islam. Jangankan Awam, terkadang elite Ormas Islam saja kebingungan menafsirkan manuver politik Partai-Partai Islam. Inilah yang mendorong Awam tertarik dengan sikap tidak menggunakan hak pilih alias Golput (Golongan Putih).

Sungguh tidak Arif jika kita menyalahkan Awam, apalagi sampai membodoh-bodohkan mereka. Dengan jujur harus kita akui bahwa Awam ini kelompok yang lugu dan polos, dan harus diakui pula bahwa Awam ini adalah ”Pemilih” yang sangat menentukan, sehingga mereka wajib dihargai dan dihormati.

Dan sangat tidak Bijak, jika kita tiba-tiba ingin menakut-nakuti Awam dengan Fatwa Golput Haram hanya untuk kepentingan politik. Mestinya Partai-Partai Islam instrospeksi diri, turun langsung dan tanya aspirasi Awam sebagai pemilih. Lagi pula Golputnya Awam tidak sama dengan Golputnya para Oportunis Politik. Awam Golput karena mencari kebenaran untuk ditegakkan, sedang Oportuis Politik Golput karena mencari pembenaran untuk kepentingan.

Apa yang menimpa Awam di atas, itu pulalah yang menimpa Awam FPI di berbagai daerah. Mereka kecewa karena merasa dikhianati, lalu mereka tumpahkan ”uneg-uneg” mereka dalam Munas II FPI, akhirnya lahirlah Rekomendasi tentang Kajian Pendirian Partai Islam sendiri sebagai wadah aspirasi bagi segenap Aktivis FPI dan keluarganya, termasuk untuk simpatisan FPI di seluruh pelosok Indonesia. Partai yang mereka harapkan adalah Partai Islam yang memiliki ruh Revolusi Islam, yang hanya melaksanakan Politik Syariat bukan Politik Kepentingan, yang tujuannya hanya ridho Allah SWT semata, sehingga urusan dipilih tidak dipilih dan menang kalah bukan agenda penting lagi.

Mereka menginginkan Partai Islam yang secara terbuka, tanpa ragu apalagi malu, mengumumkan bahwa visi misinya adalah Tegaknya Diinullah di atas muka Bumi, dan programnya jelas untuk memberlakukan Syariat Islam, serta tidak setengah hati untuk memberangus segala bentuk ma’siat, apalagi terkait aqidah seperti Pembubaran Ahmadiyah. Singkatnya, mereka menghendaki Partai Revolusi Islam yang siap melakukan Revolusi di segala bidang, karena krisis multi dimensi yang melanda negeri sudah kompleks dan kronis, tidak bisa lagi diobati dengan Pil Reformasi, tapi harus diberi Suntikan Revolusi. Dan bukan sembarang Revolusi, tapi Revolusi Islam yang berdiri atas dasar Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Namun demikian pendirian Partai Islam baru tersebut memerlukan kajian yang mendalam dan komprehensif atas kondisi partai partai Islam yang ada. Harapan kami masukan-masukan di atas bisa diambil sebagai nasihat untuk saudara-saudara kami di Partai-Partai Islam, karena walau bagaimana pun juga memaksimalkan fungsi Partai-Partai Islam yang ada sebagai saluran aspirasi umat Islam yang ingin menegakkan Syariat Islam secara Kaffah, adalah jauh lebih baik daripada mendirikan Partai Islam Baru.

Senin, 15 Desember 2008

Bush Di Lempar Sepatu Waktu Berkunjung Ke Irak


Seperti diketahui oleh semua orang sekarang, seorang wartawan Irak melemparkan kedua sepatu di Presiden Bush selama Bush's kejutan kunjungan ke Irak (melalui TPM and HuffPo ). dan HuffPo). The journalist, Muntazir al-Zaidi shouted " This is the end !" Wartawan, Muntazir al-Zaidi yang lama "Ini adalah akhir!" while pinning the president down under " heavy shoe fire " from his size 10's (via Informed Comment , Gothamist , Gawker sementara pinning bawah presiden di bawah "berat sepatu api" dari ukuran 10's (melalui Mengetahui Komentar, Gothamist, Gawker and The Swamp ). dan Swamp). A Fire Dog Lake Sebuah api anjing danau commenter notes that none of the Secret Service agents " took the shoe " for Bush, not even the second one, and a Fark commenter says, "Secret service officer fired for being a loafer ." Wonkette commenter catatan bahwa tidak ada satu Rahasia Layanan agen "itu sepatu" untuk Bush, tidak satu bahkan kedua, dan Fark commenter mengatakan, "Rahasia layanan petugas menyeruput untuk menjadi seorang sepatu kasual." aangirfan congratulates Bush, " Nice dodge on the first shoe , President George!" congratulates Bush, "Nice mengelak pada sepatu pertama, Presiden George!" Righty blogs were not amused: " Not exactly sweets and roses ," admits News Hoggers . Hot Air Righty blog tidak amused: "Tidak bisa manis dan mawar," Diakuinya Berita Hoggers. Hot Air says, " Christmas comes early for the left ." Michelle Malkin mengatakan, "Natal datang awal untuk sebelah kiri." Michelle Malkin argues that the "unhinged" al-Zaidi "fulfills the dream of every MSNBC anchor ..." Flopping Aces asks, "Is this all the fight that the jihadis have left ?" berpendapat bahwa "unhinged" al-Zaidi "memenuhi mimpi dari setiap MSNBC jangkar ..." Flopping Aces menanyakan, "Apakah ini semua memerangi bahwa jihadis yang tersisa?"

gambar President Bush told ABC 's Raddatz, he wasn't insulted by the shoe-throwing , that stranger things have happened to him. Presiden Bush mengatakan kepada ABC 's Raddatz, dia tidak dihina oleh sepatu-lempar, sesuatu yang asing telah terjadi kepadanya. And in fact, this wasn't the first time that Bush--or at least a depiction of Bush--has been pelted with shoes in Iraq. Dan sebenarnya, ini bukan pertama kalinya bahwa Presiden Bush - atau setidaknya gambaran dari Bush - telah pelted dengan sepatu di Irak. Three weeks ago, HuffPo blogger Jamal Dajani noted that crowds of Iraqis "gathered in Ferdous Square, where Saddam Hussein's statue one stood" and pelted an effigy of Bush with their shoes. Tiga minggu lalu, HuffPo blogger Jamal Dajani bahwa gerombolan dari Iraqis "dikumpulkan di Ferdous Square, di mana Saddam Hussein's patung satu berdiri" dan pelted dari sebuah patung AS dengan sepatu mereka. And Andrew Sullivan reminds us, "Five years ago, the shoes were directed towards statues and images of Saddam ." Dan Andrew Sullivan mengingatkan kita, "Lima tahun yang lalu, sepatu yang diarahkan pada patung dan gambar dari Sadd
Seperti diketahui oleh semua orang sekarang, seorang wartawan Irak melemparkan kedua sepatu di Presiden Bush selama Bush's kejutan kunjungan ke Irak (melalui TPM and HuffPo ). dan HuffPo). The journalist, Muntazir al-Zaidi shouted " This is the end !" Wartawan, Muntazir al-Zaidi yang lama "Ini adalah akhir!" while pinning the president down under " heavy shoe fire " from his size 10's (via Informed Comment , Gothamist , Gawker sementara pinning bawah presiden di bawah "berat sepatu api" dari ukuran 10's (melalui Mengetahui Komentar, Gothamist, Gawker and The Swamp ). dan Swamp). A Fire Dog Lake Sebuah api anjing danau commenter notes that none of the Secret Service agents " took the shoe " for Bush, not even the second one, and a Fark commenter says, "Secret service officer fired for being a loafer ." Wonkette commenter catatan bahwa tidak ada satu Rahasia Layanan agen "itu sepatu" untuk Bush, tidak satu bahkan kedua, dan Fark commenter mengatakan, "Rahasia layanan petugas menyeruput untuk menjadi seorang sepatu kasual." aangirfan congratulates Bush, " Nice dodge on the first shoe , President George!" congratulates Bush, "Nice mengelak pada sepatu pertama, Presiden George!" Righty blogs were not amused: " Not exactly sweets and roses ," admits News Hoggers . Hot Air Righty blog tidak amused: "Tidak bisa manis dan mawar," Diakuinya Berita Hoggers. Hot Air says, " Christmas comes early for the left ." Michelle Malkin mengatakan, "Natal datang awal untuk sebelah kiri." Michelle Malkin argues that the "unhinged" al-Zaidi "fulfills the dream of every MSNBC anchor ..." Flopping Aces asks, "Is this all the fight that the jihadis have left ?" berpendapat bahwa "unhinged" al-Zaidi "memenuhi mimpi dari setiap MSNBC jangkar ..." Flopping Aces menanyakan, "Apakah ini semua memerangi bahwa jihadis yang tersisa?"

gambar President Bush told ABC 's Raddatz, he wasn't insulted by the shoe-throwing , that stranger things have happened to him. Presiden Bush mengatakan kepada ABC 's Raddatz, dia tidak dihina oleh sepatu-lempar, sesuatu yang asing telah terjadi kepadanya. And in fact, this wasn't the first time that Bush--or at least a depiction of Bush--has been pelted with shoes in Iraq. Dan sebenarnya, ini bukan pertama kalinya bahwa Presiden Bush - atau setidaknya gambaran dari Bush - telah pelted dengan sepatu di Irak. Three weeks ago, HuffPo blogger Jamal Dajani noted that crowds of Iraqis "gathered in Ferdous Square, where Saddam Hussein's statue one stood" and pelted an effigy of Bush with their shoes. Tiga minggu lalu, HuffPo blogger Jamal Dajani bahwa gerombolan dari Iraqis "dikumpulkan di Ferdous Square, di mana Saddam Hussein's patung satu berdiri" dan pelted dari sebuah patung AS dengan sepatu mereka. And Andrew Sullivan reminds us, "Five years ago, the shoes were directed towards statues and images of Saddam ." Dan Andrew Sullivan mengingatkan kita, "Lima tahun yang lalu, sepatu yang diarahkan pada patung dan gambar dari Sadd