Sumber di Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa pagi ini Senin (15/2) kemungkinan akan diumumkan mulai berlakunya gencatan senjata antara Hamas bersama faksi-faksi Palestina di satu sisi, dan Israel di sisi lain. Sumber-sumber di atas menyebutkan kepada Infopalestina bahwa kemungkinan yang akan diumumkan oleh Mesir pada malam ini (pagi dini hari) berlakunya gencatan senjata antara Hamas bersama faksi-faksi Palestina di satu sisi, dan Israel di sisi lain.
Seharusnya gencatan senjata tersebut sudah diumumkan pada Sabtu malam, namun Israel mundur. Maka gerakan Hamas melimpahkan tanggunjawab kepada Israel yang mundur dari kesepamahan gencatan senjata. Hamas menyerukan kepada Kairo untuk mengambil sikap tegas karena ia sebagai penjamin dan sponsor kesepakatan ini.
Osama Hamdan, delegasi Hamas di Libanon, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Al-Jazeera pada Sabtu malam (14/2) bahwa pihaknya sudah mendapatkan kesepakatan penuh antara Hamas dalam pembahasan dengan Mesir soal kesepahaman gencatan senjata. Ia menegaskan bawha selama mencari formulasi akhir kesepahaman terjadi pemunduran dan ralat sikap dari Israel, dimana tujuan mereka adalah memanfaatkan keuntungan bagi mereka di akhir-akhir pertemuan.
Mengenai jaminan kesepakatan, pemimpin Hamas ini menegaskan bahwa Mesir adalah penjaminnya dan maknanya sudah bisa dimengerti sejak lama.
Osama Hamdan merasa aneh dengan pernyatan juru bicara Departemen Luar Negeri Mesir Hossam Zaki, yang menampik bahwa Mesir yang akan menjadi penjamin dari perjanjian tersebut. Ia berkata bahaw pernyataan mengagetkan dan padahal masalah ini sudah didengat dan disampaikan satu bulan lalu.
Dia menyerukan agar sikap ini harus dijelaskan sebab bisa jadi pernyataan ini dapat memiliki dampak negatif pada dialog menuju kesepakatan gencatan senjata. (mj/ip/www.suara-islam.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ASSALAMU ALAIKUM