Maksud Ingin mengurangi sentralisasi dan memberikan otonomi daerah lebih luas. Maka lahirlah OTODA dengan Undang-Undang No.22/1999 yang di revisi dengan UU No. 32 tahun 2004. dan peraturan pemerintahan (PP) No.129/2000. Maka Berbagai daerah pun berlombah memekarkan diri. dalam Kurun 1999-2005 terjadi pemekaran 148 daerah otonomi baru (141 kabupaten/kota dan 7 propensi) sampai 2007, daerah otonomi di indonesia meliputi 33 propensi dan 465 kab/kota. Pembiakan ini bahkan melampaui proyeksi geografi sebanyak 460 kabupaten dan kota di bawah 46 propinsi.tapi, OTODA kemudian menjadi buah simalakama karena memunculkan banyak masalah. Sebagian besar daerah otonom baru, gagal mensejahterahkan rakyatnya.OTODA menjadi Permainan dan konspirasi elite politik, birokrat, dan pengusaha. Pemerintah daerah seolah menjadi raja-raja kecil. Pemerintah daerah juga sumber konflik, misalnya Propinsi Papua barat dan terakhir kasus Sumatra Utara yang Tragis dengan meninggalnya ketua DPRD sumut Abdul Aziz Angkat. Terasakan nuansa " SARA" dalam tragedi pemekaran propinsi sumut tersebut.
OTODA yang kebablasan pada satu sisi mengandung hal-hal positif karena mengurangi ketergantungan sentralisme kepada pemerintah pusat, tapi pada sisi lain, OTODA memunculkan konflik, utama konflik SARA karena pada bagian daerah pemekaran OTODA membangkitkan primordialisme serta banyak yang terkait konflik Islam -Kristen.
Dengan Menimbang dalam-dalam berbagai faktor edisi 61 ini Suara Islam Memilik tema Utama " POLITIK INDONESIA MEMANAS, SULTAN VERSUS SBY" cerita cover story ini dimuat dalam rubrik nasional. Selain suara utama dan cover story,pembaca dapat mencermati artikel menarik lainnya. wawancara dengan Hariman Siregar ( wawancara), Heboh Dukun cilik Ponari (Nasional) dan tendensi RUU perkawinan yang merugikan umat.
Pembaca, sebagaimana telah diumumkan pada edisi yang lalu tabloid suara islam sekarang terbit 40 halaman full color, dengan penyesuaian harga dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.500 untuk daerah jawa dan Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 untuk daerah luar jawa. Langkah ini semua di lakukan untuk pengembangan kualitas, peningkatan pelayanan dan penyeimbangan faktor-faktor produksi secara sehat. Ke depan mudah-mudahan suara islam bisa lebih maju lagi untuk tetap konsisten dengan komitmen menyuarakan aspirasi dan hak-hak umat. salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ASSALAMU ALAIKUM