Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Bulan Februari ini diperkirakan merupakan puncak dari curah hujan yang akan mengguyur berbagai daerah. Banjir dan luapan sungai-sungai besar pun telah menggenangi berbagai kota seperti Solo dan Jakarta. disamping itu juga tanah longsor seperti yang terjadi di Karanganyar. Semua itu, jelas membawa kerugian moril dan materil yang tidak sedikit.
Kaum Muslimin rahimakumullah.
Rasululullah SAW. mengajarkan agar kita memberikan pertolongan kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Beliau SAW. bersabda: "Siapapun muslim adalah saudara bagi siapapun muslim yang lain.. Siapa saja yang memecahkansuatu kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan memecahkan kesulitannya di hari kiamat kelak". (Sahih Bukhari juz 8/309).
Bahkan kegiatan menolong kesulitan dan memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim ini dinilai dalam pandangan Islam lebih besar keutamaan dan pahalanya daripada beri'tikaf di Masjid Nabawi selama 10 tahun.
Kaum muslimia rahimakumullah,
Disamping itu, perlu dilakukan introspeksi dalam diri umat ini, berkaitan dengan terjadinya bencana bertubi-tubi yang datang silih berganti. Apa sebenarnya yang terjadi?
Sebab Allah SWT menyebut bahwa berbagai musibah yang datang dikarenakan ulah tangan manusia itu sendiri. Allah SWT berfirman : yang artinya :"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)".(QS.As Syuura 30).
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: yang artinya:"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS>Ar Ruum 41).
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Kedua ayat tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa ada kesalahan dan dosa pada tangan-tangan kita. Para mufassir umumnya memberikan penjelasan bahwa "karena perbuatan tangan manusia" artinya karena berbagai kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.
Kalau kita fikir lebih dalam, alam dengan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya yang mestinya menjadi rezki yang berkah buat kita umat manusia, ternyata menjadi bencana musibah. Tentu ini lantaran kita tidak pandai bersyukur, yakni dengan mentauhidkan Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Ketika umat manusia, wabil khusus mereka yang telah mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan tindakan kufur, yakni menyimpang dari hukum dan syariat-Nya, maka sudah selayaknya Allah SWT memberikan musibah dan bencana, walau sebenarnya terlalu banyak sudah Allah SWT memaafkan. Untuk apa musibah ditimpakan? Agar menjadi pelajaran bagi kaum yang berfikir hingga segera kembali ke jalan yang benar.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Karena bencana, wabil khusus banjir dan longsor di musim hujan, sering berulang, maka sudah seharusnya kita, terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai pemerintah yang bertugas mengurus urusan umat (ri'ayatu syu-unil ummah)hendaknya selalu menggunakan peribahasa sedia payung sebelum hujan. Sehingga saat datang hujan tidak kebasahan. Kita tahu, missalnya saja di Jakarta, datangnya banjir tahunan pada bulan Januari-Februari, baik lantaran tingginya curah hujan di Jakarta sendiri maupun kiriman air dari kota hujan Bogor adalah suatu keniscayaan. Namun penanggulan banjir yang sistematis tampaknya belum ada atau mungkin belum kelihatan hasilnya. Apa yang digembar-gemborkan pembangunan Banjir Kanal Timur di masa Gubernur Sutiyoso sampai dia lengser hingga hari ini belum selesai juga sehingga Jakarta tetap dalam ancaman banjir.Di sinilah tugas pemerintah sebagai penanggung jawab kesehatan dan keselamatan warga masih belum dijalankan dengan baik.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Pemerintah sebagai penanggungjawab keselamatan warga negara mestinya melakukan tindakan sistematis dan komprehensif. Artinya bukan hanya pembuatan Banjir Kanal yang akan menyalurkan air segera ke laut tanpa perlu menggenangi perumahan penduduk, tapi juga perlu ditangani dari akar masalah banjir, yakni penggundulan hutan yang terus berlangsung tanpa diimbangi dengan reboisasi yang mencukupi. Ganasnya penggundulan itu konon telah menyebabkan hutan di pulau Jawa tinggal 12% dari luasan pulau. Artinya, sudah jauh di bawah standart minimal 30% hutan dibandingkan luas pulau. Juga kasus tanah longsor di Karang Anyar adalah akibat dari pembangunan perumahan yang gila-gilaan sampai menjadikan derajat kemiringan bukit hingga 50 derajat. Padahal derajat kemiringan bukit yang ideal adalah 30 derajat.Kenapa hal itu semua terjadi? Mungkin karena tidak ada pengawasan. Atau kalau ada pengawasan, para pejabatnya mudah disogok! Inilah kemaksiatan yang secara langsung memang menimbulkan kerusakan di muka bumi. Praktek sogok menyogok ini menjadi lazim karena seseorang memperoleh jabatan bukan karena keahliannya dan ketakwaannya, tetapi karena menyogok atasan, jelas bukan rakyat tahu memang ahli mengurus urusan rakyat tapi sekedar tipuan periklanan! Dan dalam system pemerintahan sekuler ini dianggap sah-sah saja! Padahal bersekuler ria saja sudah merupakan suatu kemaksiatan yang besar!(lihat QS.Al Baqarah 85)
Kaum muslimin rahimakumullah,
Untuk menyudahi semua itu, marilah kita canangkan GERAKAN KEMBALI KEPADA ALLAH SWT UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERTAQWA DALAM SELURUH ASPEK KEHIDUPAN! Mudah-mudahan dengan itu, berbagai kerusakan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia bissa kita hentikan, baik dengan nasihat maupun dengan hukuman! Dan dengan gerakan tersebut kita songsong keberkahan dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya: yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS>Al A'raf 96).
Barakallahu lii walakum...
Bulan Februari ini diperkirakan merupakan puncak dari curah hujan yang akan mengguyur berbagai daerah. Banjir dan luapan sungai-sungai besar pun telah menggenangi berbagai kota seperti Solo dan Jakarta. disamping itu juga tanah longsor seperti yang terjadi di Karanganyar. Semua itu, jelas membawa kerugian moril dan materil yang tidak sedikit.
Kaum Muslimin rahimakumullah.
Rasululullah SAW. mengajarkan agar kita memberikan pertolongan kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Beliau SAW. bersabda: "Siapapun muslim adalah saudara bagi siapapun muslim yang lain.. Siapa saja yang memecahkansuatu kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan memecahkan kesulitannya di hari kiamat kelak". (Sahih Bukhari juz 8/309).
Bahkan kegiatan menolong kesulitan dan memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim ini dinilai dalam pandangan Islam lebih besar keutamaan dan pahalanya daripada beri'tikaf di Masjid Nabawi selama 10 tahun.
Kaum muslimia rahimakumullah,
Disamping itu, perlu dilakukan introspeksi dalam diri umat ini, berkaitan dengan terjadinya bencana bertubi-tubi yang datang silih berganti. Apa sebenarnya yang terjadi?Sebab Allah SWT menyebut bahwa berbagai musibah yang datang dikarenakan ulah tangan manusia itu sendiri. Allah SWT berfirman : yang artinya :"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)".(QS.As Syuura 30).
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: yang artinya:"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS>Ar Ruum 41).
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Kedua ayat tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa ada kesalahan dan dosa pada tangan-tangan kita. Para mufassir umumnya memberikan penjelasan bahwa "karena perbuatan tangan manusia" artinya karena berbagai kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.
Kalau kita fikir lebih dalam, alam dengan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya yang mestinya menjadi rezki yang berkah buat kita umat manusia, ternyata menjadi bencana musibah. Tentu ini lantaran kita tidak pandai bersyukur, yakni dengan mentauhidkan Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Ketika umat manusia, wabil khusus mereka yang telah mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan tindakan kufur, yakni menyimpang dari hukum dan syariat-Nya, maka sudah selayaknya Allah SWT memberikan musibah dan bencana, walau sebenarnya terlalu banyak sudah Allah SWT memaafkan. Untuk apa musibah ditimpakan? Agar menjadi pelajaran bagi kaum yang berfikir hingga segera kembali ke jalan yang benar.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Karena bencana, wabil khusus banjir dan longsor di musim hujan, sering berulang, maka sudah seharusnya kita, terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai pemerintah yang bertugas mengurus urusan umat (ri'ayatu syu-unil ummah)hendaknya selalu menggunakan peribahasa sedia payung sebelum hujan. Sehingga saat datang hujan tidak kebasahan. Kita tahu, missalnya saja di Jakarta, datangnya banjir tahunan pada bulan Januari-Februari, baik lantaran tingginya curah hujan di Jakarta sendiri maupun kiriman air dari kota hujan Bogor adalah suatu keniscayaan. Namun penanggulan banjir yang sistematis tampaknya belum ada atau mungkin belum kelihatan hasilnya. Apa yang digembar-gemborkan pembangunan Banjir Kanal Timur di masa Gubernur Sutiyoso sampai dia lengser hingga hari ini belum selesai juga sehingga Jakarta tetap dalam ancaman banjir.Di sinilah tugas pemerintah sebagai penanggung jawab kesehatan dan keselamatan warga masih belum dijalankan dengan baik.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Pemerintah sebagai penanggungjawab keselamatan warga negara mestinya melakukan tindakan sistematis dan komprehensif. Artinya bukan hanya pembuatan Banjir Kanal yang akan menyalurkan air segera ke laut tanpa perlu menggenangi perumahan penduduk, tapi juga perlu ditangani dari akar masalah banjir, yakni penggundulan hutan yang terus berlangsung tanpa diimbangi dengan reboisasi yang mencukupi. Ganasnya penggundulan itu konon telah menyebabkan hutan di pulau Jawa tinggal 12% dari luasan pulau. Artinya, sudah jauh di bawah standart minimal 30% hutan dibandingkan luas pulau. Juga kasus tanah longsor di Karang Anyar adalah akibat dari pembangunan perumahan yang gila-gilaan sampai menjadikan derajat kemiringan bukit hingga 50 derajat. Padahal derajat kemiringan bukit yang ideal adalah 30 derajat.Kenapa hal itu semua terjadi? Mungkin karena tidak ada pengawasan. Atau kalau ada pengawasan, para pejabatnya mudah disogok! Inilah kemaksiatan yang secara langsung memang menimbulkan kerusakan di muka bumi. Praktek sogok menyogok ini menjadi lazim karena seseorang memperoleh jabatan bukan karena keahliannya dan ketakwaannya, tetapi karena menyogok atasan, jelas bukan rakyat tahu memang ahli mengurus urusan rakyat tapi sekedar tipuan periklanan! Dan dalam system pemerintahan sekuler ini dianggap sah-sah saja! Padahal bersekuler ria saja sudah merupakan suatu kemaksiatan yang besar!(lihat QS.Al Baqarah 85)
Kaum muslimin rahimakumullah,
Untuk menyudahi semua itu, marilah kita canangkan GERAKAN KEMBALI KEPADA ALLAH SWT UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERTAQWA DALAM SELURUH ASPEK KEHIDUPAN! Mudah-mudahan dengan itu, berbagai kerusakan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia bissa kita hentikan, baik dengan nasihat maupun dengan hukuman! Dan dengan gerakan tersebut kita songsong keberkahan dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya: yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS>Al A'raf 96).
Barakallahu lii walakum...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ASSALAMU ALAIKUM