Senin, 17 Agustus 2009

Suara Islam: Nama Anak-Anak Iblis, Siapa dan Tugasnya Apa Aja sih??

Sumber : Anjar
Email Address: anjar_bgs@yahoo.co.id
Subjek: Nama Anak-Anak Iblis, Siapa dan Tugasnya Apa Aja sih??
Isi Berita: Wah ternyata Iblis juga punya anak ya? Mau tau siapa aja dan apa aja kerjaan mereka. Ayo simak jahatnya mereka yang selalu menggoda manusia, kami merujuk pada buku \"Perangkap Setan\" karya Ibnul Jauzi yang sangat gamblang mengungkap tipu daya setan.

Jadi setelah membaca artikel ini kawan-kawan akan mengetahui, siapa sajakah anak-anak iblis yang sering menggoda kita, saudara kita dan juga ibu-bapak kita...

Simak ya, jangan lupa kita ingat-ingat supaya bisa mencegah akal bulus anak-anak iblis itu, dan berikut adalah nama-namanya yang kami peroleh dari hadist Zaib bin Mujahid,

\"dia berkata, \"iblis itu mempunyai lima anak yang masing-masing anal diberi tugas tersendiri, lalu dia memberikan nama kepada mereka\" :

1. Tsabr : Dia adalah pembawa musibah yang diperintahkan untuk merusak, menyobek saku saat manusia berduka, menampar pipi-pipi mereka dan ucapan-ucapa jahiliah yang keluar dari mulut mereka ketika bersedih atau dalam musibah.

2. A\'war : Dia adalah pembawa zina!!! Anak iblis bernawa A\'war-lah yang menyuruh manusia untuk melakukan perbuatan zina, maksiat dan cenderung kepada hal-hal yang menjurus ketertarikan seksual baik pada lawan jenis maupun sejenis. Dan ketika banyak manusia itu berzina dan bermaksiat lalu dengan bangganya mengagungkan / menganggapnya bagus dan sesuai dengan perkembangan zaman moderen. Maka pahamilah, sesungguhnya yang membisikan mereka adalah A\'war.

3. Miswath : Dia adalah pembawa dusta, yang mendengar sesuatu lalu dia mendatangi seseorang dan mengabarinya apa yang didengarnya. Lalu orang itu menemui orang-orang seraya berkata, \"Aku telah melihat seseorang yang masih kuingat wajahnya tetapi aku tidak tahu namanya, dia berkata kepadaku begini dan begitu\"

4. Dasim : Tugasnya menyusup ke dalam diri seseorang tatkala menemui keluarganya, lalu dia menampakkan cela mereka di matanya (dihadapanya) sehingga membuat orang itu marah-marah.

5. Zaknabur : Dia adalah penguasa pasar yang mengibarkan benderanya dipasar-pasar (baik pasar tradisional ataupun mall-mall dikota besar)

Dari Mukhallad bin Al-Husain, dia berkata

\" Tidaklah Alloh memerintahkan hamba kepada sesuatu, melainkan iblis menghambatnya dengan dua perkara, dan dia tidak peduli dengan yang mana dia akan berhasil mempengaruhinya, entah dengan sikap berlebih-lebihan, entah dengan sikap meremehkan.\"

Maka waspadalah wahai kawan-kawan muda VOA akan tipu daya anak-anak iblis yang tanpa kita sadari telah menipu kita untuk beribadah kepada Alloh, merekalah yang terus menerus membisikan kepada telinga kita dan seakan terus \"teringiang-ngiang\" suaranya di kepala dan benak kita. (Rojul/ Voice of Al Islam)

Sumber : Perangkap Setan, Ibnul Jauzi, Pustaka Al Kautsar.
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Kamis, 13 Agustus 2009

Suara Islam: Buru Noordin M Top, Pemakai Cadar Diawasi?

Sumber : Anjar
Email Address: anjar_bgs@yahoo.co.id
Subjek: Buru Noordin M Top, Pemakai Cadar Diawasi?
Isi Berita: TEGAL (Arrahmah.com) - Perburuan terhadap Noordin M Top makin diintensifkan oleh jajaran Polres Tegal. Selain meningkatkan pengamanan dan patroli di titik-titik rawan, polisi juga mengawasi pemakai cadar.

Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo mengatakan, para pemakai cadar perlu diwaspadai karena dimungkinkan cadar tersebut dijadikan \"kamuflase\" untuk mengelabui dan menghindari razia petugas.

\"Orang yang bercadar kita cek secara teliti. Kita tidak ingin kecolongan, karena dimungkinkan \'teroris\' pakai cadar. Mereka pakai cadar untuk mengkamuflase petugas dan menghindari pemeriksaan petugas,\" kata Kapolres di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Kamis (13/8).

Selain mengawasi pemakai cadar, lanjut dia, upaya mempersempit ruang gerak \"teroris\" terus dilakukan dengan meningkatkan razia di titik-titik rawan, seperti di Bumijawa, Jatinegara, dan Bojong. Tiga daerah itu dinilai rawan karena kondisi wilayahnya yang berbukit-bukit dan jauh dari keramaian. Daerah itu menjadi titik simpul menuju wilayah Kedu dan Banyumas.

\"Untuk razia kita lakukan dengan sistem acak dan tidak mesti dilaksanakan tiap malam,\" pungkasnya. (okz/arrahmah.com)
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Selasa, 11 Agustus 2009

Suara Islam: Zionis Gali Terowongan Menuju Al Quds, Jalanan Silwan Ambruk

Sumber : Anjar
Email Address: anjar_bgs@yahoo.co.id
Subjek: Zionis Gali Terowongan Menuju Al Quds, Jalanan Silwan Ambruk
Isi Berita: Penggalian bawah tanah oleh Israel menyebabkan sebuah jalur jalan raya amblas di Silwan, Yerusalem Timur (Al Quds) untuk kedua kalinya selama dua bulan ini.

Penguasa Israel di Yerusalem (al-Quds) sedang melakukan penggalian untuk membuat terowongan menuju Mesjid Al-Aqsa, dan terowongan tersebut melewati Silwan.

Sekitar dua bulan yang lalu, insiden akibat penggalian serupa terjadi di Ad-Daraj, dekat Silwan.

Para arkeolog Zionis Israel percaya bahwa lokasi tersebut adalah kota David, benteng Raja David yang termaktub dalam kitab suci mereka.

Sementara itu, penguasa zionis di Yerusalem memaksa penduduk asli (yang merupakan warga Palestina) untuk mengosongkan wilayah tersebut untuk membuat taman di sana. Para zionis itu pun sudah mengirimkan pasukan bersenjata untuk mengancam warga setempat agar mengevakuasi diri dan meratakan rumah mereka jika mereka tidak mematuhi perintah.

Namun warga tetap bersikukuh mempertahankan tanah kelahiran mereka dan tidak ingin menyerahkannya pada Yahudi.

Israel telah menduduki dan mencaplok al-Quds sejak tahun 1967 pada Perang Tujuh Hari. Namun tindakan keji Israel itu tidak pernah sah menurut himpunan internasional dan undang-undang internasional. [sumber : arrahmah]
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Suara Islam: 51 Pasukan AS Di Irak Terkena Wabah H1N1

Sumber : Anjar
Email Address: anjar_bgs@yahoo.co.id
Subjek: 51 Pasukan AS Di Irak Terkena Wabah H1N1
Isi Berita: Lima puluh satu orang tentara kafir Amerika Serikat di Irak telah didiagnosa oleh tim medis militer dan divonis terkena flu babi, sementara 71 lainnya dimasukkan ke dalam ruang isolasi karena telah memperlihatkan gejala-gejala wabah H1N1 yang mematikan, kata militer AS pada hari Minggu (9/8).

Laporan itu diumumkan bersamaan dengan diumumkannya kematian pertama akibat kasus flu babi di Irak oleh pihak kesehatan Irak.

Seorang wanita di kota Syiah, Najaf selatan, meninggal karena penyakit tersebut, dan menyebabkan meningkatnya ketakutan para peziarah Syiah yang akan datang dan menziarahi tempat pemujaan tersebut.

\"Semua pasukan itu di-screening untuk memastikan apakah ada tanda dan gejala influenza pada saat memasuki Irak, sebagai usaha untuk membatasi penyebaran virus H1N1 ke daerah ini,\" kata Kolonel Michael D. Eisenhauer, kepala klinik AS di Irak.

WHO, pada 31 Juli lalu, sudah melaporkan ada lebih dari 162.000 kasus flu babi di seluruh dunia. Termasuk sedikitnya 1.154 kasus kematian, yang lebih dari 1.000 kasus terjadi di Amerika.

Pada 18 Mei, 18 orang tentara kafir AS pada saat sedang melakukan perjalanan ke Irak didiagnosa flu babi di Kuwait. Konon, mereka berhasil disembuhkan setelah pengobatan di pangkalan Amerika di Kuwait. [sumber : arrahmah]
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Suara Islam: Matinya Kehidupan Malam di Algeria

Sumber : Rasyid
Email Address: nanasmile27@gmail.com
Subjek: Matinya Kehidupan Malam di Algeria
Isi Berita: Era 90-an, Algeria adalah surga dunia. Orang menyebutnya sebagai Paris Afrika, karena betapa bebasnya kehidupan di negara ini. Segala macam tempat hiburan tersedia di sini.

Namun hari ini, tak ada lagi bar atau restoran dan tempat-tempat yang identik dengan remang-remang itu. Negara di belahan utara Afrika ini memang terkenal toleran dan pemerintahnya sekuler, tapi kehidupan malamnya sudah kelewat batas.

Dalam satu tahun belakangan ini, setidaknya sebanyak 40 bar, restoran, dan klub malam telah ditutup. Penutupan itu dilakukan sendiri oleh pemerintah Algeria. Namun, hal ini terjadi karena adanya keinginan dari warga Algeria sendiri. Saat ini di Algeria terdapat sekitar 32 juta orang yang beragama Islam. Mungkin karena jumlah yang banyak itu pula, alkohol misalnya, dilarang di negeri ini, sebagai bentuk penghormatan.

Kehidupan malam yang bebas di Algeria tak lepas dari penjajahan Prancis. Ketika tahun 1966 Algeria merdeka, tidak heran jika paham sosialis yang banyak melatarbelakangi pemerintahannya. Namun, para muslim di negara itu tak pernah diam untuk menginginkan aspirasi mereka diperhatikan.

Di Algeria terkenal tragedi "Dekade Hitam" di mana sebanyak 200.000 orang diperkirakan mati karena serangan pemerintah. Peristiwa ini terjadi pada 1992, ketika tentara membatalkan pemilu karena kandidat orang Islam diperkirakan akan menang.

Pemberitaan tentang perkembangan Islam di Algeria ini selalu dengan kover bahwa aksi kekerasan berada di belakangnya, seperti pemaksaan pemakaian jilbab, pelarangan merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan, atau pengadilan mereka yang murtad dari agama Islam. Padahal, kesadaran masyarakat adalah sesuatu yang menyebabkannya.

Rakyat Algeria, sudah melihat ber[uluh tahun lamanya negaranya tenggelam dalam kemorosotan akhlaq yang membahayakan negerinya. Rachid Tlemcani, seorang professor politik di Universitas Algiers berkata, "Kami tengah menyaksikan pertumbuhan Islam dalam kehidupan masyarakat.[sumber : eramuslim]
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Suara Islam: Giliran Teror Kursi Longsor

Sumber : Rasyid
Email Address: nanasmile27@gmail.com
Subjek: Giliran Teror Kursi Longsor
Isi Berita: Putusan MA yang memenangkan judicial review Zainal Maarif mengguncang panggung politik pasca pemilu. Belakangan KPU menetapkan untuk tidak melaksanakan putusan MA itu. Benarkah ini sekadar teror politik untuk memecah konsentrasi lawan?

Ahmad Muzani gusar bukan kepalang. Sudah beberapa hari terakhir ini wajah Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya itu kusut, tegang dan mudah meradang. Maklumlah, kursi yang telah diperoleh partainya dalam pemilu legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PRD) tiga bulan lalu terancam bakal rontok. Setidaknya 16 kursi Gerindra di DPR dan 250 kursi di DPRD yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum bakal melayang. Bahkan kursi Muzani pun termasuk di antara kursi yang terancam.

Tak hanya Partai Gerindra, partai menengah dan partai kecil lainnya seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura), bernasib sama. Kursi mereka di DPR dan DPRD terancam bakal anjog total dari perolehan kursi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Padahal, KPU telah mengeluarkan putusannya satu setengah bulan lalu.

Beberapa politisi beken ikut terkena imbas ontran-ontran longsornya perolehan kursi di lembaga legislatif ini. Selain kursi Muzani, kursi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal PPP Irgan Chairul Mahfiz di DPR juga diperkirakan bakal melayang. Begitu pula jatah kursi DPR Al Muzammil Yusuf dari PKS, Wakil Sekjen PAN Teguh Juwarno, anggota Komisi VII DPR dari PAN Tjatur Sapto Edy, mantan aktifis Viva Yoga Mauladi serta pelawak Eko Patrio dari PAN. Beberapa politisi lain pun terancam kehilangan kursi.

Jauh berbeda dengan nasib partai-partai kelas menengah dan kecil, pemenang dan runner up pemilu legislatif tiga bulan lalu, justru bakal mendapat durian runtuh. Partai Demokrat, Partai Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan rebutan kursi yang terpental itu. Di DPR, Demokrat akan mendapat tambahan kursi 30 biji, Golkar mendapat 18 kursi tambahan, sementara PDIP 16 kursi. Dan entah mengapa, PKB pun bisa mendapat 2 kursi lagi.

Para politikus di keempat partai itu bisa tersenyum senang dengan perkembangan ini. Tapi para politisi yang terancam posisinya tentu semakin merasa geram. Maklumlah, banyak di antara mereka yang telah menggelar syukuran dan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka masuk senayan. Tentu saja kondisi ini membuat panggung perpolitikan negeri ini menjadi semakin kusut, setelah pemilu presiden sebulan lalu menyisakan kecurigaan dan pertanyaan besar sekitar kekacauan Daftar Pemilih Tetap (DPT)
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Suara Islam: Dosa Penyebab Terhapusnya Keberkahan

Sumber : Shafwan
Email Address: anjar_bgs@yahoo.co.id
Subjek: Dosa Penyebab Terhapusnya Keberkahan
Isi Berita: Tidak disangsikan lagi bahwa melakukan dosa termasuk penyebab kemurkaan Allah سبحانه و تعالى dan di antara penyebab terhapusnya berkah, tertahan turun hujan, penguasaan musuh, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,

\"Dan sesungguhnya kami telah menghukum (Fir\'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.\" (Al-A\'raf: 130)

Dan firman Allah, \"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosa-nya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang menguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.\" (Al-Ankabut: 40)

Ayat-ayat tentang hal ini sangat banyak.
Dan tersebut dalam hadits shahih dari Nabi صلی الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda,إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ
\"Sesungguhnya seseorang ditahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.\" [1]

Setiap muslim dan muslimah wajib bersikap waspada dari segala dosa dan bertaubat dari dosa di masa lalu disertai berbaik sangka kepada Allah, mengharapkan ampunanNya, dan takut dari murka dan siksaNya, sebagaimana firman Allah dalam kitab-Nya yang Mulia tentang hamba-hamba-Nya yang shalih,

\"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu\' kepada Kami.\" (Al-Anbiya\':90).

Dan firmanNya, \"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan adzabNya; sesungguhnya adzab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.\" (Al-Isra\': 57)

Dan firmanNya سبحانه و تعالى, \"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma\'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta\'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.\" (At-Taubah: 71)

Disyari\'atkan bagi mukmin dan mukminah agar melakukan sebab-sebab yang dibolehkan oleh Allah سبحانه و تعالى. Dan dengan hal tersebut, ia menggabungkan antara takut, raja\' (mengharap) dan melakukan segala sebab, serta bertawakkal kepada Allah سبحانه و تعالى, berpegang kepadaNya untuk mendapatkan yang dicari dan selamat dari yang ditakuti.

Dan Allah سبحانه و تعالى yang Maha Pemurah, berfirman, \"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.\" (Ath-Thalaq: 2-3)

Dan yang berfirman, \"Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.\" (Ath-Thalaq: 4)

Dan Dialah yang berfirman, \"Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.\" (An-Nur: 31)

Wahai saudariku, Anda harus bertaubat kepada Allah terhadap semua dosa di masa lalu dan istiqamah (konsisten) dalam ketaatan kepada-Nya serta berbaik sangka dengan-Nya, waspada terhadap sebab-sebab kemurkaan-Nya, bergembiralah dengan kebaikan yang banyak dan akhir yang terpuji. Hanya Allah سبحانه و تعالى yang memberikan taufiq.


Baca Juga :Mengapa Allah Membinasakan Suatu Kaum?


Footnote:
[1] HR. Ibnu Majah dalam al-Fitan (4022); Ahmad (21881)
Rujukan: Majalah al-Buhuts, edisi (31) hal 120-121 Syaikh Bin Baz.
Dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Sumber :Pengusahamuslim.com
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Suara Islam: Peristiwa 18 Agustus 1945 : Pengkhianatan Kelompok Sekular Menghapus Piagam Jakarta

Sumber : Artawijaya
Email Address: rasyid_cipuatat@yahoo.co.id
Subjek: Peristiwa 18 Agustus 1945 : Pengkhianatan Kelompok Sekular Menghapus Piagam Jakarta
Isi Berita: Mohammad Natsir menyebut Piagam Jakarta sebagai tonggak sejarah bagi tercapainya cita-cita Islam di bumi Indonesia. Sayang, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan, ikhtiar umat Islam Indonesia untuk menegakkan syariat Islam lewat Piagam Jakarta yang sebelumnya disepakati oleh tokoh-tokoh nasional, ditelikung di tengah jalan. Natsir menyebut penghapusan tersebut sebagai ultimatum kelompok Kristen, yang tidak saja ditujukan kepada umat Islam, tetapi juga kepada bangsa Indonesia yang baru 24 jam diproklamirkan. Terhadap peristiwa pahit itu, Natsir mengatakan," insya Allah umat Islam tidak akan lupa!"

Jakarta, Jalan Pegangsaan 65, 17 Agustus 1945. Para aktivis dan pejuang kemerdekaan berkumpul. Naskah proklamasi yang masih berbentuk tulisan tangan siap dibacakan. Soekarno berdiri di depan mikropon didampingi Mohammad Hatta, membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Rakyat menyambut gegap gempita. Menyemut di jalan-jalan sambil meneriakkan secara serempak satu kata: Merdeka!

Tetapi tahukah Anda? Ada peristiwa penting yang tidak diketahui oleh sebagian orang, terutama generasi bangsa saat ini, bahwa detik-detik jelang pembacaan naskah proklamasi, upacara dimulai dengan pembacaan UUD 1945 yang berlandaskan Piagam Jakarta. Pembacaan itu dilakukan oleh Dr Moewardi yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Suwirjo, kemudian setelah diawali pidato singkat, barulah Soekarno membacakan naskah proklamasi. Keterangan ini dikutip oleh Ridwan Saidi dari buku Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis oleh Sidik Kertapati.


Dan tahukah Anda? Ketika proklamasi dibacakan, tak ada satupun tokoh Kristen yang hadir dalam peristiwa bersejarah itu. Seharusnya, dalam suasana kemerdekaan dan untuk menunjukkan rasa persatuan, mereka hadir dalam acara tersebut.

Dan tahukah Anda? Ketika proklamasi dibacakan, tak ada satupun tokoh Kristen yang hadir dalam peristiwa bersejarah itu. Seharusnya, dalam suasana kemerdekaan dan untuk menunjukkan rasa persatuan, mereka hadir dalam acara tersebut. Ada dugaan, ketidakhadiran kelompok Kristen itu dikarenakan keberatan mereka terhadap Piagam Jakarta yang diduga bakal dibacakan Soekarno dalam proklamasi kemerdekaan. Sementara tokoh-tokoh yang hadir ketika itu adalah: Mohammad Hatta, KH A Wahid Hasyim, Abikoesno Tjokrosoejoso, Soekarjo Wirjopranoto, Soetardjo Kartohadikoesoemo, Dr Radjiman Wedyoningrat, Soewirjo, Ny. Fatmawati, Ny. SK Trimurti, Abdul Kadir (PETA), Daan Jahja (PETA), Latif Hendraningrat (PETA), Dr. Sutjipto (PETA), Kemal Idris (PETA), Arifin Abdurrahman (PETA), Singgih (PETA), Dr Moewardi, Asmara Hadi, Soediro Soehoed Sastrokoesoemo, Djohar Noer, Soepeno, Soeroto (Pers), S.F Mendoer (Pers), Sjahrudin (Pers).

Kenapa kalangan Kristen tak menghadiri acara penting dan sangat bersejarah itu? Belakangan diketahui, para aktivis Kristen itu sibuk kasak-kusuk melakukan konsolidasi dan lobi-lobi politik untuk meminta penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Kesimpulan ini didasarkan pada pernyataan Soekarno yang mengatakan bahwa malam hari usai proklamasi kemerdekaan RI, ia mendapat telepon dari sekelompok mahasiswa Prapatan 10, yang mengatakan bahwa pada siang hari pukul 12.00 WIB (tanggal 17 Agustus), tiga orang anggota PPKI asal Indonesia Timur, Dr Sam Ratulangi, Latuharhary, dan I Gusti Ketut Pudja mendatangi asrama mereka dengan ditemani dua orang aktivis. Kepada mahasiswa, mereka keberatan dengan isi Piagam Jakarta. Kalimat dalam Piagam Jakarta, bagi mereka sangat menusuk perasaan golongan Kristen.

Latuharhary sengaja mengajak Dr Sam Ratulangi, I Gusti Ktut Pudja, dan dua orang aktivis asal Kalimantan Timur, agar seolah-olah suara mereka mewakili masyarakat Indonesia wilayah Timur. Mereka juga sengaja melempar isu ini ke kelompok mahasiswa yang memang mempunyai kekuatan menekan, dan berharap isu ini juga menjadi tanggungjawab mahasiswa.

Mahasiswa lalu menghubungi Hatta, yang kemudian mengundang para mahasiswa untuk datang menemuinya pukul 17.00 WIB. Hadir dalam pertemuan itu aktivis Prapatan 10, Piet Mamahit, dan Imam Slamet. Setelah berdialog, Hatta kemudian menyetujui usul perubahan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Setelah dari Hatta, malam itu juga para mahasiswa menelepon Soekarno untuk menyatakan keberatan dari tokoh Kristen Indonesia Timur.

Singkat kata, keesokan harinya Soekarno dan Hatta mengadakan rapat dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia di Pejambon Jakarta. Agenda sidang dibatasi hanya membahas perubahan penting dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 45. Rapat yang diagendakan berlangsung pukul 09.30 WIB mundur menjadi pukul 11.30 WIB. Belakangan diketahui, mulur-nya rapat tersebut disebabkan terjadinya perdebatan yang sengit dalam lobi-lobi yang dilakukan untuk menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Lobi-lobi yang digagas Hatta terjadi antara Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, Teuku Muhammad Hassan, dan KH A Wahid Hasyim. Pertemuan dengan Hatta berlangsung sengit dan tegang.

Saking sengit dan tegangnya pertemuan itu, sampai-sampai Soekarno memilih tak melibatkan diri dalam lobi tersebut. Soekarno terkesan menghindar dan canggung dengan kegigihan Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum Muhammadiyah ketika itu, dalam mempertahankan seluruh kesepakatan Piagam Jakarta. Soekarno kemudian hanya mengirim seorang utusan untuk turut dalam lobi yang bernama Teuku Muhammad Hassan.

Seperti dikutip dalam buku R.M.A.B Kusuma Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidik Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan, Ki Bagus Hadikusumo bahkan lebih tegas lagi meminta kata-kata "bagi pemeluk-pemeluknya" ditiadakan,sehingga berbunyi:"dengan kewajiban menjalankan syariat Islam." Artinya, dalam pandangan Ki Bagus, syariat Islam harus berlaku secara umum di Indonesia.

Lobi yang berlangsung sengit tak juga meluluhkan pendirian Ki Bagus Hadikusumo. Lobi-lobi dan bujukan dari utusan Soekarno Teuku Muhammad Hassan dan tokoh sekaliber KH A Wahid Hasyim pun tak mampu mengubah pendiriannya. Di sinilah peran Kasman Singodimejo yang sesama orang Muhammadiyah, melakukan pendekatan secara personal dengan Ki Bagus.

Dalam memoirnya yang berjudul Hidup Adalah Perjuangan, Kasman menceritakan aksinya melobi Ki Bagus. Dengan bahasa Jawa yang sangat halus, ia mengatakan kepada Ki Bagus:

"Kiai, kemarin proklamasi kemerdekaan Indonesia telah terjadi. Hari ini harus cepat-cepat ditetapkan Undang-Undang Dasar sebagai dasar kita bernegara, dan masih harus ditetapkan siapa presiden dan lain sebagainya untuk melancarkan perputaran roda pemerintahan. Kalau bangsa Indonesia, terutama pemimpin-pemimpinnya cekcok, lantas bagaimana?! Kiai, sekarang ini bangsa Indonesia kejepit di antara yang tongol-tongol dan yang tingil-tingil. Yang tongol-tongol ialah balatentara Dai Nippon yang masih berada di bumi Indonesia dengan persenjataan modern. Adapun yang tingil-tingil (yang mau masuk kembali ke Indonesia, pen) adalah sekutu termasuk di dalamnya Belanda, yaitu dengan persenjataan yang modern juga. Jika kita cekcok, kita pasti akan konyol. Kiai, di dalam rancangan Undang-undang Dasar yang sedang kita musyawarahkan hari ini tercantum satu pasal yang menyatakan bahwa 6 bulan lagi nanti kita dapat adakan Majelis Permusyawaratan Rakyat, justru untuk membuat Undang-Undang Dasar yang sempurna. Rancangan yang sekarang ini adalah rancangan Undang-undang Dasar darurat. Belum ada waktu untuk membikin yang sempurna atau memuaskan semua pihak, apalagi di dalam kondisi kejepit! Kiai, tidakkah bijaksanaan jikalau kita sekarang sebagai umat Islam yang mayoritas ini sementara mengalah, yakni menghapus tujuh kata termaksud demi kemenangan cita-cita kita bersama, yakni tercapainya Indonesia Merdeka sebagai negara yang berdaulat, adil, makmur, tenang tenteram, diridhai Allah SWT."
(Hidup Adalah Perjuangan, 75 Tahun Kasman Singodimejo, Jakarta: PT Bulan Bintang, 1982).
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Senin, 10 Agustus 2009

Suara Islam: Sikap Munafik Menolak Hukum Allah

Your Name: Rasyid
Your Email Address: nanasmile27@gmail.com
Subject: Sikap Munafik Menolak Hukum Allah
Isi Berita: Titian wahyu SI 72

KH. Abdul Rasyid AS (Pimpinan Perguruan As Syafiiyyah)


Firman Allah SWT:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut[312], padahal mereka Telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: \"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah Telah turunkan dan kepada hukum Rasul\", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.(QS. An Nisa 60-61).


Tafsir

Imam Jalalain dalam tafsir Jalalain menerangkan, tatkala terjadi perselisihan antara seorang Yahudi dan seorang munafik, orang munafik itu mengajak kepada gembong Yahudi Ka'ab bin Al Asyraf untuk menghukumi masalah keduanya. Sedangkan orang Yahudi itu justru mengajak kepada Nabi saw. Lalu keduanya mendatangi beliau saw. Nabi lalu memutuskan bahwa yang menang dalam perkara tersebut adalah orang Yahudi itu. Orang munafik itu tidak rela. Lalu keduanya mendatangi Umar bin Khaththab r.a. dan orang Yahudi itu menceritakan semua kejadian itu kepadanya. Lalu Umar bin Khaththab r.a. bertanya kepada orang munafik: Apakah benar demikian?
Orang munafik itu menyatakan benar. Lalu Umar membunuhnya.

Allah SWT berfirman:

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut".

Thagut dalam ayat ini menurut tafsir Jalalain adalah Ka'ab bin Al Asyraf. Padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri dia, yakni tidak berwala kepadanya. Dan setan hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh dari kebenaran. Dan bila dikatakan kepada mereka marilah kalian kepada hukum yang diturunkan Allah dalam Al Quran dan kepada Rasul agar dia menghukum di antara kalian maka engkau akan melihat orang-orang munafik benar-benar menghalang-halangi manusia untuk mendatangi engkau (wahai Rasul) sehingga datang kepada yang lain.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa firman Allah SWT di atas merupakan penolakan Allah SWT terhadap sikap orang munafik yang mengklaim bahwa mereka beriman kepada hukum yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya dan para Nabi terdahulu. Orang munafik itu ingin berhukum untuk memutuskan berbagai perselisihan dengan selain kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa sebab turunnya ayat ini adalah tentang seorang dari kalangan Anshar dan seorang dari kalangan Yahudi bersengketa. Yahudi berkata: antara aku dan anda adalah Muhammad. Sedangkan orang Anshar itu berkata: anatara aku dan engkau adalah Ka'ab bin Al Asyraf. Ada yang mengatakan ayat tersebut turun berkenaan dengan sekelompok kaum munafik berhukum kepada hukum jahiliyah.

Ada juga menyatakan ayat itu turun berkenaan dengan yang lain. Namun ayat itu bersifat lebih umum dari semua itu. Ini merupakan celaan terhadap orang yang mengganti Kitabullah dan As Sunnah lalu berhukum kepada selain keduanya yang batil tentunya. Inilah yang dimaksud dengan thagut di sini. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: "Mereka berkehendak untuk berhukum kepada thagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufurinya dan setan berkehendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh. Dan bila dikatakan kepada mereka marilah kepada apa yang diturunkan Alalh dan kepada Rasul maka engkau melihat orang-orang munafik benar-benar menghalangi manusia darimu"


Sikap Munafik Menolak Hukum Allah

Firman Allah "mereka benar-benar menghalangi manusia darimu", yakni menolakmu seperti orang-orang yang takabur. Sebagaimana penolakan orang-orang musyrik dalam firman-Nya:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: \"Ikutilah apa yang diturunkan Allah\". mereka menjawab: \"(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya\"…." (QS. Luqman 21).

Sikap kaum munafik dan kaum musyrik itu berbeda dari sikap orang-orang mukmin yang dikatakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. \"Kami mendengar, dan kami patuh\". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.(QS. An Nuur 51).

Sasaran hukum Allah SWT yang diputuskan oleh Rasulullah saw. dalam ayat di atas adalah untuk seluruh warga negara, yakni untuk mengatasi persolan di antara sesama kaum muslimin maupun antara kaum muslimin dengan kaum non muslim yang menjadi warga negara daulah Islamiyyah di kota Madinah pada waktu itu.

Kenapa terhadap orang non muslim yang menjadi warga negara daulah Islamiyyah diterapkan hukum Allah SWT? Itulah perintah Allah SWT. Sebagaimana dalam firman-Nya:

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al maidah 49).

Ibnu Abbas r.a. dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata "mereka" dalam ayat di atas maksudnya adalah kaum Yahudi Bani Quraizhah, Yahudi Bani Nadlir, dan Yahudi Khaibar yang minta keputusan hukum kepada Rasulullah saw.

Dan dalam asbabun nuzul dari firman Allah SWT dalam surat An Nisa di atas justru orang Yahudi merasa sreg dengan berhukum kepada Rasulullah saw. Salah satu sebabnya karena beliau tidak menerima suap dalam mengadili perkara. Dan Yahudi itu menolak berhukum tokoh Yahudi, Ka'ab bin al Asyraf, karena suka menerima suap dalam mengadili perkara.


Kesimpulan

Orang-orang munafik menolak hukum-hukum Allah SWT karena sesungguhnya mereka adalah kufur di dalam hatinya walaupun penampilan luarnya muslim. Ayat di atas mengungkap sikap mereka yang ironis, yakni menghalangi orang non muslim untuk berhukum kepada Rasulullah saw. Na'udzubillahmindzalik!
--
Visitor Ip: 118.136.7.118

Contact Webmaster: Hadist di riwayatkan oleh Ibnu Mas\\\'ud

Your Name: sufyan abu azmy
Your Email Address: supianpebrica@yahoo.com
Subject: Hadist di riwayatkan oleh Ibnu Mas\\\'ud
Isi Berita: Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Janganlah kalian mempelajari ilmu karena 3 hal: 1) dlm rangka debat kusir dgn orang2 bodoh, 2) untuk mendebat para ulama, atau 3) memalingkan wajah2 manusia ke arah kalian. Carilah apa yg ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dgn ucapan & perbuatan kalian. Karena, ssungguhnya itulah yg kekal abadi, sedangkan yang selain itu akan hilang & pergi.\\\" (Jami'ul 'Ulum wal Hikam, 1/45)
--
Visitor Ip: 118.136.7.118